SAMPANG, RadarMadura.id – Pada tahun 1970-an, pendidikan madrasah di Dusun Gruggak, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, sangat minim. Selain itu, hanya sedikit masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan agama.
Karena itu, KH Abdul Majid Hasyim mendirikan Madrasah Diniyah (MD) Nurus Salafiyah. Lembaga ini berdiri pada 1974. Selama sekitar 50 tahun, madrasah ini menjadi penopang pendidikan agama.
”Secara geografis, letak madrasah berada di pinggiran sehingga banyak masyarakat tidak peduli terhadap dunia pendidikan nonformal atau madrasah diniyah,” ujar Kepala Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah Achmad Zayyadi.
Pria yang akrab disapa Lora Zayyadi itu menyampaikan, MD Nurus Salafiyah berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Dakwah Sosial (YPDS). Madrasah ini dibangun atas hasil swadaya masyarakat dan sumbangan dari sejumlah donatur.
Kehadiran madrasah ini disambut antusias oleh masyarakat sekitar. Bahkan, mereka rela menjadi relawan mencari donatur untuk pembangunan madrasah. Para relawan pergi ke Surabaya dan Jakarta untuk mengumpulkan dana agar pembangunan segera selesai.
”Para relawan dan asatid terkadang sampai berbulan-bulan ke Surabaya dan Jakarta mencari donatur demi berlangsungnya program kegiatan Madrasah Nurus Salafiyah,” terangnya.
Ikhtiar tersebut tidak sia-sia. Lambat laun, fasilitas gedung madrasah diniyah dibangun dari hasil swadaya masyarakat. Bangunan yang sudah berdiri itu dijadikan tempat siswa dalam proses belajar mengajar.
”Alhamdulillah, dengan usaha dan kerja keras masyarakat serta relawan, gedung madrasah bisa berdiri,” ucap Lora Zayyadi.
Karena itu, dia berterima kasih kepada masyarakat dan relawan yang ikut andil dalam memperjuangkan berdirinya madrasah.
Dia mendoakan usaha yang mereka lakukan dicatat sebagai amal jariah. ”Insyaallah masuk amal jariah,” ucapnya.
Lora Zayyadi mengungkapkan, saat ini bangunan madrasah rusak berat. Menurut dia, kondisi bangunan terkadang mengganggu proses belajar mengajar. Bangunan madrasah butuh direhab untuk kenyamanan pembelajaran siswa.
Dia berharap, ada perhatian pemerintah dan para relawan. Yakni, untuk membantu peningkatan kualitas sarana dan prasarana di Madrasah Diniyah Nurus Salafiyah.
Menurut dia, kelayakan bangunan menjadi penunjang agar masyarakat tertarik belajar di madrasah.
”Kami berharap ada kepedulian dari pemerintah untuk membangun madrasah,” harapnya. (sin/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti