PAMEKASAN, RadarMadura.id – Berdirinya Yayasan Tahfidz Karang Anyar Pondok Pesantren Nahdhatut Taklimiyah, Blumbungan, Pamekasan, disambut antusias masyarakat.
Lembaga yang didirikan KH Musleh Adnan, S.Ag ini awalnya hanya berkisar tujuh orang. Sekarang jumlah santri 1.500 lebih.
Ketua Yayasan Tahfidz Karang Anyar Ponpes Nahdhatut Taklimiyah Lora A. Sa’dud Darain menyampaikan, pihaknya berinisiatif mendirikan madrasah seiring bertambahnya jumlah santri.
Tujuannya, agar mereka bisa mengenyam pendidikan sebagaimana mestinya. Artinya, tidak hanya belajar kitab secara sorogan.
”Dengan mendirikan madrasah, kami menginginkan mereka juga belajar ilmu secara klasikal,” ujar pria yang akrab disapa Ra Aa’ tersebut.
Ra Aa’ bercerita, mulanya proses belajar mengajar berlangsung secara berkelompok sesuai kemampuan santri. Itu dilakukan untuk membedakan kemampuan setiap santri.
Selain itu, sebelum naik ke tingkat madrasah awaliyah, santri masuk kelas sifir atau kelas nol.
”Kelas sifir ini dikhususkan bagi santri yang belum tahu baca niat wudu dan lain-lain. Ada sifir A dan sifir B,” ucapnya.
Ra Aa’ menjelaskan, pihaknya mengajukan pendirian madrasah diniyah pada 2019. Pada waktu itu, izin yang keluar yaitu madrasah diniyah taklimiyah awaliyah (MDTA).
Selain itu, mendapatkan izin madrasah diniyah taklimiyah wustho (MDTW). ”Itu untuk lembaga nonformal,” paparnya.
Selain itu, yayasan mengelola lembaga formal yaitu MTs dan SMK. ”Insyaallah tahun ini kami akan membangun dan membuka madrasah aliyah (MA),” ungkapnya. (sin/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News