Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Suciana Mukhtar, Mubaligah dari Timur Laut Sumenep, Jadi Penceramah Berkah Mertua Idah

Ina Herdiyana • Jumat, 12 April 2024 | 12:40 WIB
TEBAR MANFAAT: Suciana Mukhtar (pegang mik) mengisi acara pelatihan bagi pengurus LKNU PRNU se-Kecamatan Gapura pada 2022. (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)
TEBAR MANFAAT: Suciana Mukhtar (pegang mik) mengisi acara pelatihan bagi pengurus LKNU PRNU se-Kecamatan Gapura pada 2022. (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Suciana Mukhtar tidak menyangka ilmu yang dipelajarinya sejak mondok bisa bermanfaat untuk banyak orang. Sebab, sejak awal tidak memiliki kebiasaan untuk berceramah. Namun, kini hampir setiap hari jadwalnya padat untuk mengisi berbagai acara.

Jam terbang semakin tinggi. Jadwal ceramahnya itu hingga ke Kabupaten Banyuwangi. Tiga kabupaten lainnya di Madura seperti Bangkalan, Sampang, dan Pemekasan sudah pernah mengisi ceramah. Tidak hanya itu, sejumlah wilayah kepulauan di Sumenep juga banyak mengundang istri Ach. Wahedi itu berceramah.

Selain menjadi penceramah, warga Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura, Sumenep, ini juga aktif mengisi perkumpulan muslimat dan Fatayat NU. Setiap hari terdapat dua kegiatan perkumpulan yang diisi. Perkumpulan tersebut tersebar di Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek.

Untuk menjadi penceramah seperti itu, rupanya Suciana Mukhtar menjalani proses panjang. Sebelumnya sudah menjalankan pendidikan cukup lama di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk. Suci merupakan alumni Annuqayah daerah Nirmala yang kini dikenal dengan daerah Lubangsa Utara.

AGENDA RUTIN: Suciana Mukhtar (pegang mik) mengisi perkumpulan rutin Fatayat NU Gapura pada Kamis (4/4). (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)
AGENDA RUTIN: Suciana Mukhtar (pegang mik) mengisi perkumpulan rutin Fatayat NU Gapura pada Kamis (4/4). (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)

Suci mengaku di Desa Gapura Timur merupakan seorang pendatang. Dia ikut suaminya pada 2013 sejak baru lulus dari bangku kuliah. ”Setelah menikah, ternyata di sini mertua masuk masa idah (tidak bisa keluar),” kata perempuan asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, itu.

Kebetulan saat itu, mertuanya merupakan ketua muslimat di tiga kecamatan. Yakni, Dungkek, Batang-Batang, dan Gapura. Dengan demikian, saat itu Suci yang diperintahkan untuk mewakili hadir ke pertemuan-pertemuan tersebut.

”Dalam satu minggu ada 14 tempat. Setiap hari mengisi dua kumpulan muslimat. Saat itulah saya mulai dikenal banyak orang,” kenang Suci.

Awal 2019 ada yang minta untuk berceramah di salah satu acara di Kecamatan Gapura. Saat itu, ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengundang. Suci merasa masih berat untuk menerima tawaran tersebut.

Alasan orang tersebut mengundang karena Suci dikenal aktif mengisi kompolan. ”Bismillah dengar tekad yang kuat, akhirnya saya terima. Termasuk disuruh umi agar ilmu yang saya miliki bermanfaat untuk banyak orang,” terangnya.

Sejak saat itulah, dirinya makin dikenal banyak orang. Kemungkinan, penyampaian materi ceramah bisa diterima oleh undangan. Dengan demikian, saat ada acara maulid nabi, pernikahan, dan lainnya banyak yang mengundang. 

”Bahkan, saat memen-momen tertentu seperti maulid nabi setiap hari sampai ada empat tempat yang saya hadiri. Seiring berjalannya waktu, undangan semakin padat. Akhirnya, saya membatasi paling banyak hanya tiga tempat. Kalau terlalu banyak juga melelahkan,” tutur perempuan pengelola Ponpes Miftahul Huda itu. (iqb/luq)

Editor : Ina Herdiyana
#ceramah #mubaligah #sumenep #Suciana Mukhtar #berkah