Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lora Fauzi Jadikan Al-Qur’an sebagai Sarana Ibadah, Raih Sejumlah Prestasi hingga Dapat Hadiah Haji

Ina Herdiyana • Sabtu, 30 Maret 2024 | 13:00 WIB
BERDAKWAH: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah mengisi kuliah tamu di Ponpes Al-Amien Prenduan, Kamis (30/11/23). (AHMAD FAUZI UNTUK JPRM)
BERDAKWAH: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah mengisi kuliah tamu di Ponpes Al-Amien Prenduan, Kamis (30/11/23). (AHMAD FAUZI UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ahmad Fauzi Sa’dullah atau yang akrab disapa Lora Fauzi belajar menghafal Al-Qur’an di sejumlah pesantren.

Yakni, di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Kabupaten Mojokerto.

Lora Fauzi belajar menghafal Al-Qur’an sejak masih aktif sebagai santri hingga lulus kuliah. Kini Lora Fauzi mengasuh Asrama Al-Qur’an Al Hidayah 2 Jangkebuan, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

”Setelah saya lulus dari SDN Kemayoran 2, saya belajar di SMP dan SMA Al-Amien Prenduan tahfiz putra. Lalu, saya kuliah karena dorongan orang tua,” katanya Kamis (28/3).

Lora Fauzi beradaptasi menghafal Al-Qur’an di Ponpes Al-Amien. Namun, dia tidak sunguh-sungguh menekuni hafalannya. Sebab, dia merasa benci untuk menghafal.

”Waktu itu saya masih benci menghafal. Tapi, sekarang saya sangat mencintai Al- Qur’an,” tuturnya.

IBADAH: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah membaca Al-Qur’an di kediamannya, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, Kamis (28/3). (AYU LATIFAH/JPRM)   
IBADAH: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah membaca Al-Qur’an di kediamannya, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, Kamis (28/3). (AYU LATIFAH/JPRM)  

Kecintaannya pada Al-Qur’an semakin kuat pada saat nyantri di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Kabupaten Mojokerto. Lora Fauzi mengagumi gurunya dalam mendalami ilmu Al-Qur’an dan kemampuan menghafal.

”Di Mojokerto ini memberikan pengaruh yang besar untuk saya dalam membaca Al-Qur’an. Saya merasa falling in love pada Al-Qur’an itu di pesantren ini,” tuturnya.

Di Ponpes Bidayatul Hidayah, dirinya belajar banyak hal. Di antaranya, mengetahui cara membaca Al-Qur’an secara tilawah dan mendapat sanad bacaan yang nyambung dengan Rasulullah.

Ilmu yang didapat tersebut menjadi pegangannya hingga sekarang. Apalagi, saat ini sudah menjadi peserta hingga juri Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

”Pakem yang saya pelajari di Mojekerto diterapkan hingga sekarang. Misalnya, tekanan huruf, irama yang dikeluarkan, Al-Qur’an dibaca pelan dan tartil,” terang dewan hakim MTQ Jatim tersebut.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an memberikan banyak pengalaman. Lora Fauzi menceritakan, dirinya berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam lomba yang diikuti. Di antaranya, MTQ, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), dan lainnya.

MENGAYOMI: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah mengajari santri Al-Qur’an di Gedung Qur’an Center, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, beberapa waktu lalu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
MENGAYOMI: Lora Ahmad Fauzi Sa’dullah mengajari santri Al-Qur’an di Gedung Qur’an Center, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, beberapa waktu lalu. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Prestasi yang diraih yakni Juara Harapan 1 Nasional MTQ Kopri 2016 dan Juara Harapan 1 MHQ Jatim 30 Juz Tafsir Bahasa Arab 2014. Prestasi tingkat regional maupun internasional juga pernah diraih. Dari lomba tersebut, Lora Fauzi pernah mendapat hadiah Haji.

”Mendapatkan prestasi itu tidak jadi masalah. Tapi, banyak hal yang harus dipelajari dan selalu haus untuk belajar,” paparnya.       

Tokoh yang berusia 40 tahun itu menyampaikan, menjadi seorang hafiz Qur’an tidak hanya menghafal. Tapi, juga harus memahami ilmu tahfiz, yakni terletak pada bacaan, komposisi makhraj, tajwid, dan irama yang baik.

”Jangan hanya ingin terkenal karena hafal Qur’an karena itu bonus. Penghafal yang baik itu memahami bacaan dan kelancaran hafalannya,” ucapnya.

Untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah dipelajari, Lora Fauzi membuat program tahfiz unggul. Pihaknya mengamalkan semua ilmu cara menghafal sesuai kaidah kepada anak didiknya.

Sasaranya adalah anak usia dini. Siswa kelas V SD ada yang sudah hafal 18 juz. ”Mereka tidak hanya menghafal, tapi bacaannya betul-betul bagus,” tuturnya.

Karena itu, Lora Fauzi mengajak para hafiz dan hafizah mendalami ilmu hafalan Qur’an. Juga menjadikan kitab suci sebagai media ibadah dan pegangan hidup. ”Nomor satukan Al-Qur’an karena membaca Al-Qur’an itu doa. Jadikan sarana ibadah, jangan jadikan ajang untuk terkenal,” ucapnya. (ay/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#ceramah #ramadan #haji #Al-Qur’an #Sarana Ibadah #Lora Fauzi #dakwah #religi #hadiah #prestasi