Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nyai Nailur Rohmah Membumikan Nilai-Nilai Pesantren, Berkiprah di Dunia Akademisi untuk Implementasikan Ilmu

Ina Herdiyana • Minggu, 24 Maret 2024 | 00:10 WIB
KARYA: Nailur Rohmah menunjukkan salah satu buku karyanya, Sabtu (16/3). (AYU LATIFAH/JPRM)
KARYA: Nailur Rohmah menunjukkan salah satu buku karyanya, Sabtu (16/3). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kehidupan Nailur Rohmah tidak bisa dipisahkan dari pesantren. Sebab, ibundanya, Salimah Hadi, merupakan ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Jangkebuan.

Nailur juga didapuk sebagai pengasuh di ponpes tersebut. Dia juga tercatat sebagai dosen Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Akademisi berhijab tersebut tidak pernah menghilangkan nilai-nilai pesantren meski statusnya sebagai pengajar di kampus ternama.

Semua itu tidak lepas dari lingkungan dan latar belakang pendidikannya yang banyak dihabiskan di lingkungan pesantren.

​”Saya dulu sekolah di SDN Kemayoran 2 dan melanjutkan sebagai santri Putri 2 TMI Al-Amien, Prenduan, hingga lulus SMA. Baru saya lanjut kuliah,” katanya Sabtu (16/3).

SINGLE PARENTS: Nailur Rohmah saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, Sabtu (16/3). (AYU LATIFAH/JPRM)
SINGLE PARENTS: Nailur Rohmah saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan, Sabtu (16/3). (AYU LATIFAH/JPRM)

Perempuan yang biasa disapa Nyai Nailur itu meraih gelar strata satu (S-1) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sedangkan gelar magisternya didapat dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta.

Sebelum memulai kiprahnya sebagai dosen, Nyai Nailur menjadi guru bimbingan konseling (BK) di Madrasah Aliyah (MA) Al-Hidayah. Yaitu, pendidikan formal di bawah naungan Ponpes Al-Hidayah.

Pada 2019, perempuan berparas cantik itu memilih jadi dosen setelah diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di UTM.

”Menjadi dosen sebenarnya sebagai bentuk pengembangan dan implementasi keilmuan saja. Tapi, saya tetap berkontribusi pada pesantren,” ucapnya.

EDUKASI: Nailur Rohmah menjadi pemateri dalam sebuah kegiatan di UTM. (NAILUR ROHMAH UNTUK JPRM)
EDUKASI: Nailur Rohmah menjadi pemateri dalam sebuah kegiatan di UTM. (NAILUR ROHMAH UNTUK JPRM)

Nyai Nailur menambahkan, pilihan menjadi seorang dosen tidak harus mengesampingkan urusan pesantren. Bahkan, harusnya dijadikan pemicu semangat untuk terus menjadi insan yang bermanfaat.

Selain sebagai pengajar, Nyai Nailur merupakan perempuan yang aktif dalam dunia organisasi.

Dia saat ini dipercaya menjadi wakil PAC Muslimat Bangkalan. Dia berjanji untuk terus menanamkan nilai-nilai pesantren dalam aktivitasnya.

​”Karena  basic saya  pesantren, maka saya tidak akan melupakan dari mana diri saya berasal. Jadi, nilai kepesantrenan ini harus diterapkan di semua tempat,” katanya. (ay/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#bangkalan #pondok pesantren #Jangkebuan #Al Hidayah #Nyai Nailur Rohmah #kota salak #dosen