Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Upaya Ponpes Nazhatut Thullab Mencetak Generasi Sukses, Fasilitasi Santri Sesuai Minat dan Bakat

Berta SL Danafia • Sabtu, 16 Maret 2024 | 22:00 WIB
BERSINERGI: Pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Ita Fajria Tamim (dua dari kiri) bersama perwakilan UPN Veteran Surabaya di Masjid PP Nazhatut Thullab. (ITA FAJRIA TAMIM UNTUK JPRM)
BERSINERGI: Pengasuh Ponpes Nazhatut Thullab Ita Fajria Tamim (dua dari kiri) bersama perwakilan UPN Veteran Surabaya di Masjid PP Nazhatut Thullab. (ITA FAJRIA TAMIM UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Nazhatut Thullab di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, Sampang berusia 320 tahun.

Ponpes Nazhatut Thullab merupakan salah satu ponpes tersohor di Pulau Garam yang dikelola Muhammad bin Muafi dan istrinya, Ita Fajria Tamim.

Menurut Ita, Ponpes Nazhatut Thullab merupakan lembaga pendidikan tertua di Madura. Dia bersama suaminya merupakan generasi kesepuluh.

Metode pendidikan yang diterapkan di Ponpes Nazhatut Thullab berbeda dengan kebanyakan pesantren lainnya.

Pesantren yang dikembangkan menginginkan generasi yang meraih kesuksesan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

”Dalam mendidik santri menyesuaikan dengan passion santri,” ujarnya.

Di awal masuk pesantren, santri diberi kebebasan memilih pendidikan sesuai dengan keinginannya.

Apabila bercita-cita menjadi dokter, apoteker, dan sejenisnya bisa memilih perguruan tinggi (PT) yang diinginkan.

”Untuk yang tidak ingin melanjutkan ke PT, kami fasilitasi dengan membentuk soft skill untuk berbisnis,” ujarnya.

Perempuan yang disapa Neng Ita itu menambahkan, tidak semua wali santri di lembaganya menginginkan buah hatinya melanjutkan ke PT. Jadi, peningkatan soft skill dilakukan dengan program magang di usaha milik pesantren.

”Mulai dari usaha percetakan, peternakan lele/ayam, barber shop, laundry, konfeksi, swalayan, dan bengkel motor (otomotif),” tutur alumnus Universitas Udayana Bali itu.

Perempuan berusia 36 tahun itu menerangkan, upaya mencetak generasi yang sukses dilakukan dengan menggali pontensi tiap santri.

Dengan demikian, kemampuannya tereksplorasi dan memiliki daya tawar saat menjadi alumni.

”Guru sifatnya hanya mendorong supaya santri bisa mengenali kemampuan dirinya sendiri. Alhamdulillah, santri kami ada yang kuliah ke Yaman, Mesir, dan Turki,” tuturnya.

Neng Ita yakin, metode pendidikan yang diterapkan tidak hanya bermanfaat untuk masa depan santrinya. Namun, juga akan memberikan manfaat untuk lingkungan.

”Santri yang dididik cara berbisnis diharapkan membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan begitu, warga Sampang yang kebanyakan merantau tidak lagi repot mencari pekerjaan,” harapnya. (bai/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#ponpes #Nazhatut Thullab