Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berorientasi pada Pengabdian Masyarakat, Ning Virzannida Busyro Memerankan Empat Karakter Perempuan

Berta SL Danafia • Jumat, 15 Maret 2024 | 14:05 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Al Karimiyyah Putri Virzannida Busyro (Ning Virza). (VIRZANNIDA BUSYRO UNTUK JPRM)
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Al Karimiyyah Putri Virzannida Busyro (Ning Virza). (VIRZANNIDA BUSYRO UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Hari-hari Virzannida Busyro ke depan semakin sibuk. Sebab, dia akan menjalani berbagai peran.

Peran Virzannida Busyro yakni, menjadi pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Al Karimiyyah Putri, muballigha, dokter, dan anggota dewan.

Sebagai pengasuh ponpes, Virzannida Busyro mengaku membiasakan santriwatinya bertahajud.

Kemudian, dilanjutkan dengan salat Subuh berjemaah. Setelah itu, dia mengajar santrinya mengaji hingga menjelang matahari terbit.

Selanjutnya, Virzannida Busyro bersiap ke Puskesmas Gapura untuk mengabdi kepada masyarakat dengan memosisikan diri sebagai dokter.

”Sepulang dari puskesmas, kalau ada jadwal ceramah, ya berdakwah. Kalau tidak ada kembali ke pondok mengajar santri mengaji,” ucap perempuan yang biasa disapa Ning Virza tersebut.

”Meski sibuk, kalau diniatkan untuk umat, akan berjalan dengan baik,” imbuhnya.

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM

Putri mantan Bupati Sumenep A. Busyro Karim itu mengasuh sekitar 250 santri tahfidz.

Pembelajaran Al-Qur’an ratusan santri tersebut dibagi dua tingkatan. Pertama, menghafal juz 1–10. Kedua, menghafal juz 11–30. 

Sebagai muballigha, sudah banyak panggung dakwah yang disinggahi Ning Virza, terutama di wilayah Sumenep.

Kemudian, di Kabupaten Pamekasan, Sampang, hingga Kudus. Undangan sebagai muballigha paling banyak saat momen Maulid dan Isra Mikraj.

”Dalam sehari bisa berdakwah di tiga tempat sekaligus. Untuk jadwal dakwah, semuanya suami tahu,” imbuhnya.

Ning Virza mengaku, banyak rintangan yang dihadapi untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain. Terutama, ketika mencalonkan diri sebagai wakil rakyat.

Saat itu, banyak cibiran yang diterimanya. Namun, semua itu tidak membuatnya lemah dan patah semangat.

”Meski ada cirbiran tidak dihiraukan. Saya anggap itu fan di jalur berbeda karena mereka setiap saat memikirkan kita,” katanya. (iqb/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
Editor : Berta SL Danafia
#Virzannida Busyro #Virza