RadarMadura.id – Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban puasa.
Tetapi juga diharuskan untuk menghindari hal-hal yang dapat membatalkannya.
Berdasarkan ajaran Islam, berikut adalah delapan hal yang dapat membatalkan puasa:
1. Masuknya Sesuatu ke dalam Tubuh Secara Sengaja
Penting bagi umat Islam untuk menjaga agar tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang-lubang yang berhubungan dengan organ bagian dalam.
seperti mulut, hidung, dan telinga. Jika hal tersebut tidak disengaja, maka puasa tetap sah.
2. Pengobatan Melalui Qubul atau Dubur
Mengobati penyakit dengan cara memasukkan obat atau benda melalui lubang depan (qubul) atau belakang (dubur) dapat membatalkan puasa.
Salah satunya seperti dalam kasus pengobatan ambeien atau pemasangan kateter urin.
3. Muntah dengan Disengaja
Muntah dengan sengaja akan membatalkan puasa, kecuali jika muntah tersebut tidak disengaja dan tidak ada yang ditelan.
4. Hubungan Suami Istri di Siang Hari Puasa
Melakukan hubungan suami istri dengan sengaja di siang hari puasa tidak hanya membatalkan puasa.
Akan tetapi juga mengharuskan pelaku untuk membayar denda (kafarat).
Denda bisa berupa puasa selama dua bulan berturut-turut atau memberi makan kepada fakir miskin.
5. Keluarnya Air Mani karena Bersentuhan Kulit
Keluarnya air mani karena melakukan onani atau bersentuhan kulit dengan lawan jenis tanpa melakukan hubungan seksual dapat membatalkan puasa.
Namun, jika keluarnya air mani disebabkan oleh mimpi basah, puasa tetap sah.
6. Haid atau Nifas
Wanita yang sedang mengalami haid atau nifas pada siang hari puasa, selain puasanya batal, juga diwajibkan untuk mengqadha puasanya setelah bulan Ramadhan berakhir.
7. Gangguan Jiwa atau Gila
Jika seseorang mengalami gangguan jiwa atau gila saat sedang berpuasa, maka puasanya batal.
Orang tersebut harus mengganti puasanya setelah sembuh.
8. Murtad atau Keluar dari Agama Islam
Jika seseorang melakukan tindakan yang dianggap murtad, seperti menyekutukan Allah atau menolak hukum-hukum syariat Islam, puasanya akan batal.
Dengan memahami hal-hal yang dapat membatalkan puasa, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh kesadaran dan kehati-hatian.
Hal ini bertujuan untuk memperoleh keberkahan dan keutamaan dalam menjalankan ibadah tersebut sesuai dengan ajaran agama Islam. (hasan)
Editor : Hasan Bashri