RadarMadura.id – Isra' Mi'raj adalah peristiwa ajaib yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun 621 Masehi.
Ketika beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, lalu dinaikkan Allah SWT ke langit tertinggi, yakni Sidratul Muntaha.
Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu tentang kewajiban shalat lima waktu, melihat surga dan neraka, serta bertemu dengan para nabi dan malaikat.
Peristiwa Isra Mi'raj tidak hanya menjadi pilar spiritual yang mendalam bagi umat Islam, namun juga mengandung sejumlah hikmah yang relevan dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah sebagai berikut:
Tawadhu: Mengutamakan Kerendahan Hati
Dalam peristiwa Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai 'abdun yang berarti hamba, menunjukkan derajat kehambaan yang agung di sisi Allah.
Pilihan Nabi Muhammad SAW untuk menjadi hamba daripada raja mengajarkan kita pentingnya kerendahan hati dan pengabdian kepada Allah SWT.
Pembekalan dalam Dakwah
Perjalanan Isra Mi'raj memberikan pembekalan dan ketangguhan kepada Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan dakwah.
Kisah ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya persiapan dan ketangguhan dalam menghadapi setiap tantangan.
Menyampaikan Kebenaran
Nabi Muhammad SAW tidak gentar menyampaikan kebenaran peristiwa Isra Mi'raj meskipun banyak yang meragukan.
Hal ini mengajarkan kita untuk tetap teguh dalam prinsip dan menyampaikan kebenaran tanpa takut akan penolakan.
Terbuka pada Pendapat Lain
Isra Mi'raj mengajarkan umat Islam untuk terbuka pada pendapat dan masukan tanpa memandang usia, pangkat, atau pendidikan, selama itu adalah kebenaran dan mengandung keteladanan.
Keistimewaan Masjidil Aqsa
Perjalanan Isra menandai pentingnya Masjidil Aqsa sebagai situs bersejarah Islam.
Hal ini mengingatkan umat Islam tentang keistimewaan dan sejarah panjang Masjidil Aqsa.
Konsumsi Makanan yang Baik dan Halal
Pilihan Nabi Muhammad SAW atas susu daripada khamr selama Mi'raj mengajarkan umat Islam pentingnya mengonsumsi makanan yang baik dan halal.
Pentingnya Shalat
Disyariatkannya shalat lima waktu langsung tanpa perantara selama Isra Mi'raj menegaskan posisi shalat sebagai tiang agama dalam kehidupan umat Islam.
Pemantapan Keyakinan
Pengalaman Nabi Muhammad SAW melihat langsung surga, neraka, dan hal-hal ghaib lainnya mengajarkan umat Islam tentang pentingnya memantapkan keyakinan atas kebenaran agama.
Peringatan Isra Mi'raj menjadi momen introspeksi dan pembaruan iman bagi umat Islam.
Hikmah di balik peristiwa ini mengajak kita untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, mengutamakan kerendahan hati, keberanian dalam menyampaikan kebenaran, serta memantapkan keyakinan kepada Allah SWT. (hasan)
Editor : Hasan Bashri