Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

9 Fakta Unik Makam Gus Dur

Amin Basiri • Selasa, 5 Desember 2023 | 14:58 WIB

Makam Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Makam Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

RadarMadura.id - Makam Gus Dur, atau Dr. K.H. Abdurrahman Wahid, bukan sekadar tempat pemakaman, melainkan suatu destinasi wisata religi di Jombang.

Makam Gus Dur terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tepatnya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Kawasan ini tidak hanya sarat dengan sejarah dan spiritualitas, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan hidup tokoh Muslim dan mantan Presiden keempat Indonesia yang begitu ulung.

Gus Dur, yang memerintah dari tahun 1999 hingga 2001, meninggalkan warisan berharga yang terus dijaga dan dikenang di makamnya.

Tak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, makam Gus Dur di Jombang juga menjelma menjadi tempat di mana wisatawan dapat merasakan nuansa budaya dan keagamaan yang kaya.

Berikut adalah 9 fakta unik yang bisa ditemukan di makam Gus Dur

1. Gus Dur dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, bersama dengan sang kakek, KH M Hasyim Asy'ari salah satu pendiri NU, dan ayahnya, KH Wahid Hasyim.

2. Destinasi wisata religi, yakni Komplek Makam Gus Dur (KMGD), telah meraih pengakuan nasional bahkan internasional.

Pada Anugerah Wisata Jawa Timur (AWJ) 2017, kawasan wisata religi ini dinyatakan sebagai yang terbaik dalam kategori Daya Tarik Wisata Budaya.

3. Setiap hari, wisata religi ini ramai dengan kunjungan dari 1.000 hingga 2.000 peziarah, dan jumlah pengunjung dapat meningkat hingga mencapai 10.000 orang pada hari libur.

4. Terdapat 2 sesi waktu yang mengatur para peziarah yang ingin berdoa di kompleks pemakaman ini.

Makam ini tersedia untuk umum setiap hari dengan waktu buka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, dan juga pada pukul 20.00 hingga 03.00 WIB.

5. Di makam Gus Dur, terdapat tulisan dalam empat bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan China, yang menyatakan, "Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan" atau "Here rests a humanist."

Baca Juga: Kisah-kisah Humor Gus Dur dan Orang Madura yang Tak Lekang oleh Zaman

6. Sekitar Rp. 250-300 juta sumbangan terkumpul dari para peziarah yang datang ke kompleks pemakaman ini setiap bulannya.

Dana senilai ratusan juta rupiah yang diperoleh dari para pengunjung makam Gus Dur dikelola oleh Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT).

7. Sebagian peziarah mengambil kesempatan untuk mengambil tanah dan bunga yang diletakkan di atas kuburan Gus Dur.

Para peziarah tersebut membawa pulang bunga dan tanah dengan keyakinan bahwa keduanya membawa keberuntungan, sehingga para pengurus makam akhirnya memutuskan untuk memasang pagar mengelilingi makam.

8. Makam Gus Dur menjadi tujuan kunjungan bagi berbagai kalangan, termasuk politikus, masyarakat umum, perwakilan dari berbagai agama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Sebagai destinasi wisata religi, makam ini menjadi yang paling ramai dikunjungi di Kabupaten Jombang.

9. Sepanjang jalur menuju makam Gus Dur, terdapat sejumlah kios yang menjual berbagai produk.

Jenis barang yang ditawarkan sangat beragam, termasuk warung makan, pakaian muslim, aksesori, hingga kaset-kaset berbagai genre.

Selain sebagai area perbelanjaan, terdapat juga fasilitas lain yang menyediakan layanan seperti kamar mandi dan akomodasi tempat menginap.

 

Editor : Amin Basiri
#makam #gus dur #Presiden keempat