Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi Achmed Sayfi Arfin Fachrillah: Perempuan Pesisir

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 20 April 2025 | 12:50 WIB

 

Ilustrasi dibantu Meta AI.
Ilustrasi dibantu Meta AI.

Perempuan Pesisir

Kak Rahwi, kuselipkan rindu pada riak gelombang

Yang kutabur dari segenggam cemas basah oleh embun

Tatkala madah paling indah adalah deru perahumu

Yang semakin serak mendekat di punggung malam

 

Di saat itu pula, percakapanku dengan kemerisik lirih pelepah pohon siwalan

Terhenti sejenak, berganti aroma-rasa asin kecut tubuhmu hingga ke atas ranjang

Aku mencintaimu seperti engkau mencintai desis angin dan dekapan gigil

Di paras samudra nun jauh sana

Sebab diam-diam, di antara celah tali jalamu itu, kutiriskan resah

Meski kutahu engkau adalah lelaki berkumis rimbun yang tak kenal ”karam”

 

Dan dalam hening yang riuh, doaku selalu setia pada kerapu atau tuna besar

Walau terkadang merekat pada kendhuy dan tamban

 

O, pana tae lewat

Menuju ngarai di pulau sendiri

Pertanda wajah masih dikemas cemas

Terbelenggu bingkai jendela rumah berdinding retak

Punya bapak

 

Perpustakaan Lubangsa, 2024

…………………………………….

Aku

Dan aku hampir runtuh

Di setiap detik

Saat melihat jiwaku sendiri

 

Dan aku mencoba tangguh

Di setiap detak

Saat mengingatmu

 

Dan, aku musnah dalam sajak ini

 

Perpustakaan Lubangsa, 2024

…………………………………….

Pada Tengah Malam, di antara Madura dan Marunda

Biarlah jalanan lengang lagi remang

Menumpahkan seruah gamang

Menyisakan sedikit elegi lara

Pada mobil tua

Milik tuan yang terantuk

 

Sedang, resah dan gelisah

Lantang pulang pada getir naluri, ditandang oleh anak dan istri

 

Perpustakaan Lubangsa, 2023

…………………………………….

Manuskrip Rindu

Aku berlindung pada teduh kelopak matamu atau rindang alis dhaun memba-mu dari terik Stasiun Tanjung Priok atau senyap Tol Layang Cikampek. Sebab rinduku hanyalah sebatas pada bibir jerruk salone-mu yang tersirat di langit Marunda –membayang Madura terasa sesak.

 

Perpustakaan Lubangsa, 2024

…………………………………….

ACHMED SAYFI ARFIN FACHRILLAH
Alumnus Yayasan Pendidikan Ibrahimy. Saat ini menjadi santri Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa sekaligus siswa kelas X-A SMA Annuqayah. Peserta Rakara Residensi Cerpen 2024.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Perempuan Pesisir #Manuskrip Rindu #aku #di antara Madura dan Marunda