Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi Saiful Bahri: Rumah Osing Kemiren

Ina Herdiyana • Senin, 9 Desember 2024 | 22:07 WIB
Ilustrasi Puisi Rumah Osing Kemiren Pixabay
Ilustrasi Puisi Rumah Osing Kemiren Pixabay

Rumah Osing Kemiren

 

Rabu pagi yang tersenyum

Membawa kami tabik pada waktu

Setelah sekian lama kami tinggalkan

 

Di sanalah tempat teduh kami

Menyusun lorong kenangan yang asri

Tak ada siapa lagi selain bait puisi

 

Sulastri, ramah raga alam semesta

Makna kisah menjadi tabah akan kata

 

Tiga hari kami di sini, makan, tidur,

Bahkan terbawa suasana peristiwa

Pada senja yang menganga di lorong tua

 

Banyuwangi, 2024

 

Kenangan Kita

 

Malam itu membawa jejak ini pergi

Ke sebuah tempat di mana suara

Tak lagi mengira hujan datang tiba-tiba

 

Di sana ada teman yang sakit

Di rumah saya tertinggal jejak kota

Di dadanya tersimpan harapan doa

 

Desir kisah angin terbawa rindu daun

Yang membawa kisah ini tahu tentang dosa

Yang mengisyaratkan cumbu sebab rindu

 

Ia pulang membawa puisi di tangannya

Mereka-mereka hanya bersuara lewat WhatsApp

Tapi kita tak pernah tahu tentang suasana

 

Di sekolah, kau masih saja terbawa sejarah malam

Sebagaimana tadi malam yang penuh senyuman

Tapi rindu merindukan sebuah canda tatap kenangan

 

Sumenep, 3 Oktober 2024

 

 

Puisi dari Kami

: Prabowo Subianto

 

hujan masih membaca tarian doa

hatif pada sepi yang menganga

kau, kita, kami, dia, aku, ia, dan kalian

menyatu dalam awang bumantara.

 

h. waqid berguru pada annuqayah,

ana belajar pada beliau, sir jadi takbir,

guru-guruku juga mengaji pada kiai

apa lagi selain nomor 1 perjuangan?

 

jika uang menjadi alasan

apa ini cita-cita bangsa?

jika ego menjadi kawan

apa ini ajaran ulama?

 

bodoh dan miskin bisa

bisa dibeli dengan uang

tapi tidak dengan cinta

dan logika bernalar sabda

 

doaku untuk guru,

coblos nomor 1.

 

Sumenep, 6 November 2024

 

 

 

Bersama Ina dan Halim

 

Tak lama setelah Banyuwangi jadi sapa

Di mana ”Damar Korong” itu berada?

 

Temanku, Ina, aku ingat pada saat jejak itu tunduk

Sakit di punggung masih kunikmati, walau sakit,

Tapi jumpa adalah kepedulian puisi yang abadi

 

Halim, kau menjadi saksi, bahwa setiap langkah

Selalu saja ada doa, doa kami dari Madura.

 

”Ya Tuhan, Rumah Budaya Osing, tempat belajar

kami, selalu ada puisi, selalu ada sapa sepi

di setiap sunyi yang tak pernah kusebut imaji.

 

Halim, Ina, sampai jumpa di lembar puisi,

: di lembar puisi yang lebih berarti.

 

Sumenep, 18 November 2024

……………………………..

Saiful Bahri, kelahiran Sumenep, 5 Februari 1995. Mengabdi di Madrasah Al-Huda Pangabasen, Gapura. Selain menulis, ia juga aktif berkegiatan di Komunitas Damar Korong.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Ina Herdiyana
#banyuwangi #kenangan #kemiren #perjuangan #puisi #sajak #osing #rumah #Perjalanan