Rumah Osing Kemiren
Rabu pagi yang tersenyum
Membawa kami tabik pada waktu
Setelah sekian lama kami tinggalkan
Di sanalah tempat teduh kami
Menyusun lorong kenangan yang asri
Tak ada siapa lagi selain bait puisi
Sulastri, ramah raga alam semesta
Makna kisah menjadi tabah akan kata
Tiga hari kami di sini, makan, tidur,
Bahkan terbawa suasana peristiwa
Pada senja yang menganga di lorong tua
Banyuwangi, 2024
Kenangan Kita
Malam itu membawa jejak ini pergi
Ke sebuah tempat di mana suara
Tak lagi mengira hujan datang tiba-tiba
Di sana ada teman yang sakit
Di rumah saya tertinggal jejak kota
Di dadanya tersimpan harapan doa
Desir kisah angin terbawa rindu daun
Yang membawa kisah ini tahu tentang dosa
Yang mengisyaratkan cumbu sebab rindu
Ia pulang membawa puisi di tangannya
Mereka-mereka hanya bersuara lewat WhatsApp
Tapi kita tak pernah tahu tentang suasana
Di sekolah, kau masih saja terbawa sejarah malam
Sebagaimana tadi malam yang penuh senyuman
Tapi rindu merindukan sebuah canda tatap kenangan
Sumenep, 3 Oktober 2024
Puisi dari Kami
: Prabowo Subianto
hujan masih membaca tarian doa
hatif pada sepi yang menganga
kau, kita, kami, dia, aku, ia, dan kalian
menyatu dalam awang bumantara.
h. waqid berguru pada annuqayah,
ana belajar pada beliau, sir jadi takbir,
guru-guruku juga mengaji pada kiai
apa lagi selain nomor 1 perjuangan?
jika uang menjadi alasan
apa ini cita-cita bangsa?
jika ego menjadi kawan
apa ini ajaran ulama?
bodoh dan miskin bisa
bisa dibeli dengan uang
tapi tidak dengan cinta
dan logika bernalar sabda
doaku untuk guru,
coblos nomor 1.
Sumenep, 6 November 2024
Bersama Ina dan Halim
Tak lama setelah Banyuwangi jadi sapa
Di mana ”Damar Korong” itu berada?
Temanku, Ina, aku ingat pada saat jejak itu tunduk
Sakit di punggung masih kunikmati, walau sakit,
Tapi jumpa adalah kepedulian puisi yang abadi
Halim, kau menjadi saksi, bahwa setiap langkah
Selalu saja ada doa, doa kami dari Madura.
”Ya Tuhan, Rumah Budaya Osing, tempat belajar
kami, selalu ada puisi, selalu ada sapa sepi
di setiap sunyi yang tak pernah kusebut imaji.
Halim, Ina, sampai jumpa di lembar puisi,
: di lembar puisi yang lebih berarti.
Sumenep, 18 November 2024
……………………………..
Saiful Bahri, kelahiran Sumenep, 5 Februari 1995. Mengabdi di Madrasah Al-Huda Pangabasen, Gapura. Selain menulis, ia juga aktif berkegiatan di Komunitas Damar Korong.
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana