Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi Irman Hermawan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 10 Maret 2024 | 13:30 WIB
Irman Hermawan
Irman Hermawan

Khalil Setta Elman

tak ada ruang-ruang pencil baginya

dan butiran kata tersebar

sebagai serat cinta

serta kerinduan paling purba.

 

seolah-olah ada merkuri di bawah lidahnya.

setiap lontaran menyalakan makna

menjadi pelita sepanjang langkah.

 

dan segala sesuatu ada batasnya termasuk kesedihan, lil

dan kau bebas melipatkan cinta, rindu, juga kesedihan sebagai kata-kata

;sebab kau dilahirkan sebagai penyair

bukan penyaring garam dalam laut penderitaan.

 

2024

………………………..

Cinta yang Abstrak

aku bermain bersama cinta yang abstrak

seperti permainan bocah, menciptakan

pertikaian baru dengan air mata.

 

aku bermain bersama cinta yang abstrak

tak henti-henti berkelahi dengan hati

membidikkan segala jenis permainan

untuk ditempuh sebagai kerinduan.

 

2023

………………………..

Untuk Haliza

za, kucium aroma hujan

seperti kau yang membawanya.

jalanan basah,

daun-daun berjatuhan.

 

dan kita tahu bahwa musim gugur telah jauh,

tapi mengapa air matamu jatuh?

dan aromanya seperti tanah baru disentuh

sehingga pekat menusuk pembuluh darahku.

 

2023

………………………..

Muang Sangkal

telah tertabur sekepal beras di seribu arah mata angin

memulangkan sangkal paling jahat

wahai roh nenek moyang,

jagalah kami di tanah ini

dari dentur-debur ombak yang keruh.

tidurkanlah bencana dalam pangkuanmu.

oh

nenek moyang

leluhur kami

jangan lebur legamkan tanah ini.

oh

petuah bumi

jangan pecahkan nyali kami

telah kami hadiahi sekepal beras sebagai mantra

sebagai puja, bahwa kau tak pernah tiada.

 

2024

………………………..

Desember sampai Januari

desember mengirimkan badai,

gelombang dan sesal.

kubayangkan laut mendekap padaku

memelukkan sunyi yang jauh. di palung kegelapan

bau amis kehampaan merenggut kepulangan.

 

oh, kedamaian

bukankah bising adalah musuh?

bukannya sendiri adalah kesedihan?

 

tapi ombak telah mencatat maut

dari desember sampai januari

bagi kami kaum pesisir

yang berlayar melempar jala

mendorong sorok

untuk menangkap ikan dan udang.

 

2023–2024

………………………..

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Cinta yang Abstrak #Muang Sangkal #Untuk Haliza #Khalil Setta Elman #Desember sampai Januari