BATU, RadarMadura.id – Bawaslu Jawa Timur memperkuat sinergi dengan media menjelang pemungutan suara Pilkada Serentak 2024.
Hal itu diwujudkan dengan menyelenggarakan media gathering di Kota Batu pada Sabtu (16/11) malam.
Pada kesempatan itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur Immanuel Yosua memaparkan media penyiaran dalam pusaran kepentingan pemilihan, strategi, dan pencegahan.
Lembaga penyiaran harus proaktif menjaga keaslian informasi.
Dengan memastikan kebenaran informasi tersebut, dapat menjadi langkah kongkret untuk menekan potensi hoaks dan kampanye hitam yang dapat merusak demokrasi menjelang pilkada.
Pihaknya mendorong lembaga penyiaran lebih intens berkoordinasi dengan penyelenggara pemilihan, baik KPU maupun Bawaslu. Dengan demikian, informasi yang disajikan tidak hoaks.
”Kolaborasi itu untuk meningkatkan pengawasan dan meminimalkan penyebaran berita bohong yang dapat memengaruhi opini publik,” jelasnya.
Narasumber lain Abdul Qoddus Alam menyampaikan terkait strategi pengawasan Bawaslu bersama media menjelang hari tenang dan penghitungan suara.
Menurut dia, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian atau objek pengawasan dalam pilkada.
Mantan komisioner Bawaslu Jawa Timur itu menyebutkan, pada masa tenang fokus pengawasan dapat mengarah pada kegiatan kampanye, penggalangan politik, hingga money politics, serta netralitas ASN, TNI, Polri, dan penyelenggara.
Selain itu, alat peraga kampanye dan produk kampanye harus bersih.
Fokus pengawasan pada saat pemungutan suara dapat difokuskan pada ketersediaan logistik, lokasi, dan aksesibilitas di TPS, mobilisasi pemilih, dan kecurangan penyelenggara.
”Pengawasan pasca pemungutan suara itu fokus memastikan rekapitulasi suara tidak berubah saat pleno penghitungan suara satu tingkat di atasnya,” katanya.
”Kemudian, memastikan tidak ada manipulasi suara setelah rekapitulasi dilakukan,” jelasnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia