SAMPANG, RadarMadura.id – Sejumlah program disampaikan paslon bupati dan wakil bupati Sampang Muhammad bin Muafi Zaini dan Abdullah Hidayat saat debat publik kedua di Surabaya, Selasa (12/11) malam.
Paslon nomor urut 1 ini di antaranya mengandalkan program vokasi untuk mengelola potensi daerah.
Cabup Muhammad bin Muafi Zaini mengatakan, dalam meningkatkan perekonomian daerah butuh keterlibatan desa.
Sebab, ekonomi desa menjadi pilar penting dalam pembangunan daerah. Kemajuan daerah mesti dimulai dari desa, baru berlanjut ke wilayah kota.
Dia mengungkapkan, potensi perekonomian di desa banyak dan bervariasi, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun kelautan seperti garam. ”Sektor garam punya potensi besar untuk dihilirisasi,” ujarnya.
Dalam memaksimalkan semua potensi perekonomian tersebut, lanjut pria yang akrab disapa Kiai Mamak itu, memerlukan tenaga (kemampuan).
Karena itu, pihaknya mengandalkan program vokasi. ”Kami (Sampang) butuh vokasi. Ini jauh lebih tepat daripada sekadar sekolah biasa yang kurang spesifik sesuai minat murid,” terangnya.
Menurut dia, vokasi dapat dipelajari oleh anak didik sesuai dengan minatnya. Jika tidak sesuai dan dinilai kurang cocok, bisa pindah pada jurusan lain.
Sebab, vokasi merupakan pembelajaran pada siswa untuk bertindak dan bekerja secara praktikal.
”Jika vokasi diimplementasikan dengan baik, nantinya akan tercipta hilirisasi. Jika sudah tercipta hilirisasi, akan menciptakan lapangan kerja,” paparnya. (bai/bil)
Editor : Ina Herdiyana