PAMEKASAN, RadarMadura.id – KPU Pamekasan berperan penting untuk menyukseskan seluruh tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Salah satunya, debat publik pertama calon bupati dan wakil bupati Pamekasan.
Kegiatan tersebut akan digelar di Hotel Azana, Minggu (20/10).
Karena itu, KPU Pamekasan terus mematangkan persiapan dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor), Jumat (18/10).
Rakor itu melibatkan beberapa stakeholder, mulai dari Bawaslu, liaison officer (LO) tiap pasangan calon (paslon), dan event organizer (EO).
”Rakor debat ini sudah rapat yang ke sekian kalinya. Ada beberapa hal yang dibahas, mulai dari persiapan debat, segmen debat, dan tata tertib (tatib) paslon. Termasuk juga tatib pendukung paslon dan sebagainya, ujar Ketua Divisi Sosdiklilh Parmas SDM Moh. Amiruddin.
Debat publik pertama calon bupati dan wakil bupati Pamekasan akan dimulai pukul 19.30, besok (20/10).
Kegiatan tersebut disiarkan langsung di salah satu televisi regional Jawa Timur dan Kanal YouTube KPU Pamekasan.
Amir menambahkan, debat publik merupakan bagian dari sarana kampanye yang difasilitasi KPU.
Dengan begitu, masyarakat Kota Gerbang Salam bisa mengetahui lebih mendalam tentang profil, visi dan misi, serta program kerja masing-masing paslon.
Khusus di lokasi debat, pesertanya terbatas.
”Bagi masyarakat umum tidak perlu datang ke lokasi. Bisa menonton di rumah masing-masing, karena disiarkan secara langsung melalui TV dan channel YouTube KPU,” ungkapnya.
KPU Pamekasan telah menentukan lima orang akademikus yang menjadi panelis debat.
Yakni, Mohammad Ali Alhumaidy dari IAIN Madura, Gazali dari Universitas Madura, dan Ali Muhdi dari UIN Sunan Ampel Surabaya.
Kemudian, Tiwuk Sutanti dari Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan dan Nurul Hadi dari IAIN Madura.
Tim panelis tersebut telah menetapkan tema debat publik pertama.
Yakni, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dalam Memajukan Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, panelis juga menyusun pertanyaan untuk menggali visi dan misi paslon.
Pertanyaan itu nantinya dipilih secara acak dan akan dibacakan moderator yang bertugas saat debat. ”Semoga dengan upaya rakor ini bisa berjalan lancar dan damai,” pugkasnya. (lil/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta