SUMENEP, RadarMadura.id – Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan KH Imam Hasyim (Faham) aktif berkunjung ke pondok pesantren.
Pasangan Faham memiliki kedekatan emosional dengan para ulama. Agenda itu sekaligus untuk mendengarkan aspirasi para kiai.
Mereka sowan kepada kiai dan pengasuh pondok pesantren. Mulai pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, KH A. Fuad Nur Hasan.
Kemudian, Pengasuh Ponpes Al-Qodiri Jember KH Ahmad Muzakki Syah. Lalu, Pengasuh Tertinggi Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, KH. Muhammad Anwar Manshur.
Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri Jember KH Ahmad Muzakki Syah.
Setelah itu, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Lalu, KH Afifuddin Muhajir, wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Juga Nyai Hj Nurul Isyaiyah As’ad dari Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.
Kedekatan emosional antara calon bupati dan wakil bupati Sumenep nomor urut 2 itu sangat kental. Pasangan ini dalam agenda silaturahminya itu sekaligus meminta doa agar apa yang dijalankannya lancar.
Cabup Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan, pihaknya selama ini memang sering melakukan kunjungan ke pondok pesantren. Baik yang berada di Sumenep dan berbagai tempat lain di Jawa Timur. Itu sudah menjadi kebiasaannya sejak lama.
Kehadirannya di pesantren tidak hanya untuk mendapatkan ilmu dan nasihat, tetapi juga memperkuat silaturahmi.
Dalam pertemuan-pertemuan itu, dia meminta masukan dan doa yang dijadikannya sebagai refleksi untuk kemajuan. ”Saya percaya bahwa komunikasi dan hubungan baik dengan ulama sangat penting,” katanya.
Fauzi menyampaikan, generasi muda harus menghargai peran para ulama. Jika perlu harus memperkuat komunitas keagamaan.
Peran ulama memberikan dampak besar bagi masyarakat. ”Ulama harus kita libatkan sebagai penuntun hidup yang lebih bermakna,” imbuhnya. (iqb/luq)
Editor : Ina Herdiyana