Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sosok Darul Hasyim Fath, Pendiri Yayasan Pusat Studi Bung Karno Madura

Dafir. • Selasa, 10 September 2024 | 04:21 WIB
Pendiri Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura Darul Hasyim Fath.
Pendiri Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura Darul Hasyim Fath.

SUMENEP , RadarMadura.id – Tradisi diskusi dan budaya membaca buku di Kabupaten Sumenep mulai jarang dijumpai. Akan tetapi, sejak Yayasan Pusat Studi Bung Karno (YPSBK) Madura didirikan pada tahun 2021 lalu, kini tradisi itu pelan-pelan mulai digiatkan.

Butuh perjuangan dan kerja keras tinggi untuk menghidupkan kembali tradisi semacam itu. Sebab, generasi muda yang lahir di atas tahun 2000-an, kini dihadapkan pada arus globalisasi yang begitu masif. Mereka sulit menyaring dan justru ikut larut dalam perubahan tersebut.

Baca Juga: Darul Hasyim Fath, Legislator Kepulauan Terjauh Benteng Ideologi Partai

Contoh paling sederhana dan cukup berdampak, yakni perkembangan dunia digitalisasi. Di satu sisi, mempermudah banyak urusan. Namun, di sisi lain malah berdampak negatif. Misalnya, dunia games yang sulit dibendung. Lalu, juga salah dan tidak bijak dalam memanfaatkan dunia media sosial (medsos).

Atas kenyataan itu, Darul selaku kader PDI Perjuangan merasa tergerak untuk mendirikan YPSBK Madura. Dia yakin bahwa perubahan dapat terwujud jika dimulai dari hal-hal kecil. Meskipun, hanya dengan diskusi lesehan, bedah buku dan lainnya.

”Karena sejatinya, generasi milenial itu butuh pangkuan, butuh sosok,” kata dia pada RadarMadura.id .

Menurut Darul, sebenarnya tujuan menggagas YPSBK Madura tidak muluk-muluk. Hanya, ingin mengajak generasi muda terus melakukan pembaruan. Terlebih lagi, PDI Perjuangan didirikan bukan sekedar untuk menjadi mesin pemilu, melainkan lebih dari itu.

Baca Juga: Darul Hasyim Fath: Warisan Sejarah Bangsa Harus Lestari Sepanjang Masa

PDI Perjuangan sebagai partai politik tentu akan terus terlibat langsung dalam aktivitas sosial di tengah-tengah masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.

Selain itu, lanjut dia, menghidupkan ajaran Bung Karno dalam semangat yang terus menyala. Sebab, prinsipnya generasi muda harus diajak diskusi dalam banyak diskursus. Apalagi di era seperti sekarang ini.

”Makanya, di setiap persoalan bangsa, YPSBK selalu menggelar focus group discussion (FGD). Terakhir, sekitar dua pekan lalu kami melaksanakan FGD pasca putusan MK,” sebutnya.

Baca Juga: Pansus Tatib DPRD Sumenep Terbentuk, Legislator PDI Perjuangan Ditunjuk Jadi Ketua

Ketua Dewan Pembina YPSBK Madura itu menyampaikan, sebagai kader yang setia pada ajaran Bung Karno, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih tetap menjadi cita-cita bersama. Oleh karena itu, setiap ada persoalan konstitusi, FGD menjadi jalan dan komitmen bersama dalam merawat bangsa.

Darul menilai, keberadaan negeri ini saat ini tidak sepenuhnya dalam keadaan baik-baik saja. Demokrasi sedang terancam. Oleh karena itu, kepentingan pribadi, monarki, dan oligarki yang mengancam keberlangsungan demokrasi mau tidak mau harus dilawan.

”Rupa-rupanya dinamika politik saat ini mengisyaratkan kemunculan politik ala Orde Baru. Jika tidak ditanggapi dengan tepat, bangsa ini bisa menghadapi era ”De-Soekarnoisasi Jilid II” seperti pada masa Orde Baru,” ujarnya. (*/daf)

Editor : Dafir.
#putusan mk #Generasi Bangsa #PDI Perjuanagan