Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Peluang Koalisi PPP-Nasdem Terbuka, Ali Fikri Berpotensi Jadi Penantang Fauzi di Pilkada Sumenep

Berta SL Danafia • Senin, 12 Agustus 2024 | 16:39 WIB
POTENSI KOALISI: Ketua DPC PPP Sumenep Muhammad Ali Fikri (hijau) menyerahkan formulir pendaftaran bacabup dan bacawabup ke desk pilkada Partai Nasdem, Sabtu (25/5).
POTENSI KOALISI: Ketua DPC PPP Sumenep Muhammad Ali Fikri (hijau) menyerahkan formulir pendaftaran bacabup dan bacawabup ke desk pilkada Partai Nasdem, Sabtu (25/5).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pintu koalisi PPP dan Partai Nasdem dalam Pilkada Sumenep mulai terbuka. Itu terjadi setelah Muhammad Ali Fikri mendapat surat tugas dari partainya.

Ulama muda dari Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, itu memang membutuhkan rekomendasi dari partai besutan Surya Paloh.

Dengan demikian, ambang batas 20 persen kursi legislatif yang menjadi syarat pencalonan ke daerah bisa terpenuhi.

Kini PPP mendulang 6 kursi di DPRD Sumenep. Sedangkan Partai Nasdem medapatkan lima kursi.

Jika dua partai ini bersatu, sudah cukup mengusung figur untuk berkontestasi dalam Pilkada 2024 di Kota Keris.

Tidak menutup kemungkinan dua partai yang belum menyatakan dukungan juga akan memberikan rekomendasi kepada Muhammad Ali Fikri. Yaitu, Partai Gerindra dan Hanura.

”Kami mulai membangun komunikasi dengan partai-partai tersisa agar bisa mengantongi tiket untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujar Muhammad Ali Fikri.

Sekretaris DPD Partai Nasdem Sumenep A. Hosaini Adhim mengatakan, semua nama yang mendaftar ke partainya sudah disetor ke DPP.

Artinya, tinggal menunggu keputusan yang akan diambil pemangku kebijakan di partainya.

Hosaini tidak memungkiri bahwa sejak awal DPD Nasdem Sumenep berkeinginan menjodohkan Muh. Unais Ali Hisyam dengan Muhammad Ali Fikri.

Selain dipandang sebagai representasi dari kalangan politik, keduanya sangat aktif berkomunikasi dengan partainya.

”Tetapi, sekali lagi kita nanti sami’na wa atha’na kepada DPP melalui korwil Partai Nasdem di Madura. Yaitu, Slamet Junaidi, mantan bupati Sampang,” ujarnya.

Pengamat politik Sumenep Wildan Rasali menilai, Ali Fikri memiliki tugas berat. Sebab, surat tugas itu salah satunya untuk menguji ketangguhan kandidasi di tingkat lokal.

Baik untuk berkomunikasi maupun berkonsolidasi dengan para elite di tingkat lokal.

”Artinya, surat tugas itu berfungsi agar kandidat cakap melakukan persiapan dalam segala hal, termasuk soal koalisi,” ujarnya.

Hal itu berbeda ketika semuanya diselesaikan di tingkat pusat. Semua kekuatan rampung, tinggal bagaimana di daerah itu melaksanakannya. Jadi, yang turun kepada kandidat adalah rekomendasi.

Menurut Wildan, jika tugas yang diberikan kepada kandidat tidak berhasil, tidak akan berbuah rekomendasi.

Karena itu, Ali Fikri harus mampu meyakinkan partai yang tersisa untuk berjalan bersama.

”Harapannya tinggal Nasdem. Ada dua partai lagi, Gerindra dan Hanura. Tetapi, tidak cukup kursinya. Ini yang saya sebut menjadi berat,” ujarnya.

Namun, jika pasangan Muhammad Ali Fikri dan Unais Ali Hasyim bisa berlayar di pilkada Sumenep, pertarungan akan semakin menarik.

Sehingga menjadi lawan yang sepadan bagi pasangan Achmad Fauzi Wongsojudo dan Imam Hasyim.

”Ini akan menarik dan masyarakat pasti menunggu keputusan dari dua partai ini,” pungkasnya. (di/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#nasdem #pilkada #Ali Fikri #sumenep #koalisi #ppp