SAMPANG, RadarMadura.id – Satu per satu partai politik memberi rekomendasi kepada bacakada yang bakal berkontestasi pada Pilkada Sampang 2024.
Terbaru, DPP PAN menerbitkan rekomendasi untuk pasangan bacakada Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat, Senin (5/8).
Dukungan PAN tersebut melengkapi syarat pencalon Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat.
Di sisi lain, menutup ruang munculnya poros ketiga. Artinya, Pilkada Sampang tahun ini hanya diikuti dua pasangan calon.
Pertama, pasangan bacakada Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz. Pasangan ini didukung empat partai politik.
Yakni, Partai Nasdem, Partai Gerindra, PKS, dan PKB dengan total kursi sebanyak 27 kursi.
Kedua, pasangan bacakada Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat.
Pasangan ini sudah mengantongi dukungan Partai Golkar, PPP, dan PAN. Jumlah total kursi tiga partai tersebut yakni 10 kursi.
Tersisa empat partai parlemen yang belum menentukan arah dukungan dalam Pilkada Sampang.
Meski begitu, empat partai tersebut tidak cukup untuk membentuk poros baru.
Sebab, total kursi hanya delapan meliputi PDI Perjuangan 4 kursi, Partai Demokrat 2 kursi, PBB 1 kursi, dan Hanura 1 kursi.
Ketua DPD PAN Sampang Slamet Ariyadi menyampaikan, rekomendasi partai untuk Pilkada Sampang sudah turun.
Yakni, untuk pasangan Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat sesuai rencana dan usulan DPD PAN Sampang.
Pihaknya menyadari, rekomendasi PAN ini dapat menjadi penentu jumlah pasangan calon dalam Pilkada Sampang 2024.
Slamet sudah memperhitungkan jika pesta demokrasi di Sampang hanya ada dua poros.
Slamet menegaskan, pihaknya akan melaksanakan amanah partai yaitu berjuang memenangkan pasangan Ra Mamak-Haji Ab.
”Rekomendasi DPP PAN sudah turun dan mendukung pasangan Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat. Rekom itu saya terima dari DPW PAN Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.
Pengamat Politik Surokim Abdussalam menilai, jumlah pasangan calon dalam pilkada bisa memengaruhi situasi politik di setiap daerah.
Semakin banyak pasangan calon, tensi politik biasanya relatif rendah.
Sebaliknya, tensi politik bisa tinggi apabila hanya diikuti dua kontestan.
Ketua Bawaslu Sampang Muhalli mengutarakan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan pilkada.
Termasuk melakukan pencegahan terhadap pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada.
Itu sesuai dengan tugas dan kewenangan dari Bawaslu.
Dia menegaskan, upaya pencegahan dan pengawasan pilkada tidak hanya dilakukan saat tahap pencalonan.
Pihaknya sudah melakukan pengawasan dari awal hingga akhir tahapan.
”Kami akan bekerja sesuai jalur. Kami akan melakukan pencegahan dan pengawasan dari setiap tahapan,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta