Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Temukan Pantarlih Pakai Joki, Bawaslu Sampang Minta Perbaiki Hasil Coklit

Fatmasari Margaretta • Kamis, 11 Juli 2024 | 00:45 WIB
PENYELENGGARA PILKADA: Pantarlih Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, melakukan coklit kepada warga, Selasa (25/6). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PENYELENGGARA PILKADA: Pantarlih Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, melakukan coklit kepada warga, Selasa (25/6). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tidak semua petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) bekerja secara profesional.

Temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang, ada pantarlih yang menggunakan joki atau jasa orang lain untuk mengerjakan tugasnya.

Praktik ini dinilai mencederai tahapan pilkada karena berpotensi terjadi kesalahan pendataan. Sebab, proses coklit dilakukan oleh petugas yang tidak memiliki SK pantarlih.

Apalagi, pantarlih sudah dibekali pelatihan dan bimbingan teknis tentang coklit.

Koordinator Divisi  Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Sampang Moh. Ramli menyampaikan, pihaknya melakukan pengawasan melekat (waskat) terhadap proses coklit data pemilih Pilkada Serentak 2024.

Pengawasan dilakukan dari pengawas kelurahan dan desa (PKD).

Selain mengawasi, pihaknya juga melalukan uji petik terhadap data pemilih yang sudah dicoklit. ”Selama ini, prosesnya relatif lancar dan sesuai,” ujarnya.

Selain itu, Ramli membeberkan temuan pantarlih yang tidak melaksanakan tugas pokoknya melakukan coklit. Pantarlih tersebut menggunakan joki. Karena itu, dia meminta pantarlih memperbaiki hasil coklit yang dilakukan joki.

Saran perbaikan, lanjut Ramli, sudah ditanggapi dan pantarlih sudah bekerja sendiri.

Dia menyebut, temuan ini hanya terjadi pada salah satu pantarlih di wilayah Kecamatan Omben.

Namun, dia enggan membeberkan identitas dan wilayah tugas pantarlih tersebut.

”Salah satu temuan kami memang ada pantarlih yang pakai joki. Akan tetapi, sudah diberikan saran perbaikan,” jelasnya.

Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sampang Moh. Karimullah mengaku belum menerima laporan terkait joki pantarlih.

Pihaknya mengira hal tersebut sudah diselesaikan di tingkat kecamatan.

Proses coklit, lanjut dia, selama ini berjalan lancar dan progresnya lebih dari 50 persen. 

Laporan yang diterima, dalam hitungan manual data sudah tercoklit mencapai 85 persen. Sementara data yang terekap di aplikasi e-coklit progresnya 79 persen.

Dia menjelaskan, penghitungan e-coklit lebih lambat karena menyesuaikan dengan jaringan saat memasukkan data. ”Kalau manual lebih cepat karena bisa langsung dihitung. Namun, hasilnya tetap sama karena yang dimasukkan dalam e-coklit merupakan hasil coklit di lapangan,” terangnya. (jun/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#temuan #pilkada #bawaslu #pantarlih #data pemilih #joki #Kesalahan #Coklit #perbaikan #uji petik