Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tidak Mau Dipandang sebagai Anak Durhaka, PKB Ingin Usung Calon Sendiri

Fatmasari Margaretta • Jumat, 14 Juni 2024 | 17:25 WIB

 

KOMPAK: Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim (batik hijau, dua dari kanan) mengantarkan kadernya mendaftar sebagai bacaleg di KPU Sumenep, Sabtu (13/5/2023). (DOK/JPRM)
KOMPAK: Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim (batik hijau, dua dari kanan) mengantarkan kadernya mendaftar sebagai bacaleg di KPU Sumenep, Sabtu (13/5/2023). (DOK/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Teka-teki langkah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep mulai terang.

Partai berlambang bola dunia itu menginginkan untuk berkontestasi secara langsung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Golden ticket yang dimiliki untuk mengusung calon sendiri akan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sumenep KH Imam Hasyim.

Menurut dia, keputusan tetap berada di tangan dewan pengurus pusat (DPP).

Namun, DPC PKB Sumenep ingin memberangkatkan kadernya sendiri.

”Karena itu, kami membuka desk pilkada itu juga untuk bakal calon bupati (bacabup). Apalagi, kami memiliki 10 kursi yang bisa kami manfaatkan untuk berkontestasi,” katanya, Kamis (13/6).

Meski demikian, DPC akan tetap mematuhi apa pun segala keputusan DPP.

Baik itu memberangkatkan sendiri maupun berkoalisi. Sebab, keputusan DPP mutlak untuk dilaksanakan.

”Kami tidak ingin dipandang sebagai anak durhaka. Secara hierarkis, DPC itu berada di bawah DPP. Segala keputusan harus dilaksanakan,” ungkapnya.

Apakah DPC PKB sendiri memberitahukan kepada DPP terkait keinginan itu? Kiai Imam menyatakan tidak.

Sebab, DPC akan selalu mematuhi keputusan dan langkah politik yang diperintahkan DPP.

”Rasanya, ya tidak elok, kalau kami yang melakukan pengusulan secara resmi. Hanya, yang kami lakukan adalah membuka penjaringan dan menyetorkan hasil penjaringan tersebut untuk diikutkan uji kelayakan dan kepatutan,” paparnya.

Pengamat politik Universitas Arya Wiraraja Wildan Rasali memandang, jika benar PKB akan maju sendiri tanpa berkoalisi, terutama dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, merupakan sesuatu yang menarik.

Sebab, basis dan kekuatan PKB di Sumenep masih mapan. ”Kalau itu disadari,” ucapnya.

Wildan turut mengomentari pemanggilan tiga kader PKB yang mendaftar sebagai bacabup, yakni Abu Hasan, KH Muh. Unais Ali Hisyam, dan KH Abdul Hamid Ali Munir untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK).

Bagi dia, UKK adalah momen bagi PKB untuk mempertimbangkan ulang sebagai partai pemenang di Sumenep untuk mengakselerasi dan melanjutkan kekuatan politiknya.

”Karena kader-kadernya sangat potensial. Terutama Kiai Unais dan Kiai Abdul Hamid Ali Munir, misalnya,” ucapnya.

Dia yakin, masyarakat masih sangat mengharapkan PKB merealisasikan keinginannya.

Untuk itu, sepantasnya memberikan kepercayaan kepada kadernya untuk maju dalam pilkada sebagai bacabup. Sebab, kekuatan PKB di Sumenep masih cukup dominan.

”PKB tetap sebagai pemenang meski pada pemilu kali ini kalah jumlah perolehan kursi dari PDI Perjuangan. Sebab, kursinya tidak berkurang. Kekuatan politik dan elektoral mereka sangat konsisten. Itu modal berharga yang harus terus dipertahankan sebagai partai pemenang dan besar di Sumenep,” tandasnya. (di/luq) 

Editor : Fatmasari Margaretta
#pemilu #elektoral #politik air #golden ticket #pilkada #sumenep #perolehan kursi #Konsisten #keputusan #teka-teki #partai #dpp #pemenang