SUMENEP, RadarMadura.id – Dua partai politik di Kabupaten Sumenep memiliki golden ticket mengusung calon bupati dan wakil bupati tanpa berkoalisi.
Yakni, PDI Perjuangan dengan perolehan 11 kursi pada Pemilihan Legislatif 2024. Begitu juga dengan PKB yang mengantongi 10 kursi DPRD Sumenep.
Meski begitu, dua partai ini sama-sama belum memiliki pasangan calon yang akan diusung dalam pilkada tahun ini.
PDI Perjuangan tidak memastikan akan mengusung Achmad Fauzi Wongsojudo. Sejauh ini partai berlambang banteng ini sebatas memberikan surat tugas kepada suami Nia Kurnia tersebut.
PKB juga belum menentukan arah dukungan ke sejumlah figur, termasuk kader partai yang sudah mendaftar melalui desk pilkada.
Nasib partai besutan Muhaimin Iskandar dalam pilkada tahun ini bergantung pada PDI Perjuangan.
Sebab, beberapa kader PKB sudah melamar cawabup ke PDI Perjuangan.
”Rekom (untuk Fauzi) belum. DPP baru mengumumkan surat tugas” kata Ketua Desk Pilkada 2024 PDI Perjuangan Sumenep Zainal Arifin.
Dia menjelaskan, kekuatan surat tugas dan rekomendasi yang diterbitkan partai berbeda.
Rekomendasi partai berkaitan dengan dukungan pencalonan.
Sementara, surat tugas sekadar meminta figur yang ditunjuk untuk melakukan konsolidasi. ”Itu bedanya,” terang Zainal.
Sejauh ini PDI Perjuangan belum menentukan figur yang akan mendampingi Fauzi.
Padahal, banyak figur yang berharap mendapat rekom sebagai bacawabup.
Setidaknya ada sembilan nama yang sudah mendaftar melalui desk pilkada PDI Perjuangan.
Termasuk Dewi Khalifah yang mendampingi Fauzi menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Sumenep.
Ditanya terkait kemungkinan berkoalisi, Zainal enggan buka-bukaan. Tapi, PKB, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjalin kedekatan dengan PDI Perjuangan.
Buktinya, sejumlah kader mendaftar sebagai bacawabup ke partai besutan Megawati Soekarnoputri.
”Kewajiban dari DPC hanya satu, yakni menjalankan tugas dari DPP. Itu jawaban sementara dulu,” ungkap Zainal.
Sementara, PKB belum menentukan langkah politik untuk berkoalisi atau mengusung calon sendiri.
Ketua Desk Pilkada 2024 PKB KH Kamalil Ersyad berharap kader partai digandeng PDI Perjuangan.
Yakni, memilih antara KH Abdul Hamid Ali Munir atau Nurfitriana.
”DPW menyampaikan ke kami untuk bersabar dulu dan menunggu keputusan,” tuturnya.
Dia menyampaikan, tugas partai adalah mengakomodasi figur yang mendaftar. Baik sebagai bacabup maupun bacawabup.
Selanjutnya, DPW PKB Jawa Timur akan melakukan survei secara mandiri untuk melihat elektabilitas figur yang mendaftar. Setelah itu akan dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (UKK).
DPW PKB Jawa Timur belum memutuskan apakah akan berdiri sendiri atau berkoalisi dengan PDI Perjuangan.
Sebab, langkah politik setiap partai masih dinamis.
”DPW punya kewenangan untuk menentukan konsepnya seperti apa. Kami di DPC menjalankan hanya keputusan,” ucap pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Sumenep. (di/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta