Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belum Tentukan Dukungan di Sumenep, Pengamat Nilai Langkah Politik PKB Digantung PDI Perjuangan

Fatmasari Margaretta • Jumat, 31 Mei 2024 | 16:30 WIB
Ilustrasi partai politik potensi berkoalisi pada Pilkada Sumenep 2024. (alinea.id)
Ilustrasi partai politik potensi berkoalisi pada Pilkada Sumenep 2024. (alinea.id)

SUMENEP, RadarMadura.id – DPP PKB sudah menentukan 64 nama yang akan diusung di pilkada.

Namun, untuk pilkada di Kabupaten Sumenep, partai yang didirikan 1998 tersebut belum menentukan figur yang akan diusung.

Ketua Desk Pilkada 2024 PKB Sumenep M. Kamalil Ersyad tidak menampik partainya belum menentukan figur yang akan diusung dalam perebutan kursi orang nomor satu di Kota Keris.

Sebab, masih menjajaki dua opsi. Yakni, mengusung calon sendiri atau berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Jika komunikasi tentang koalisi itu menemui titik temu, akan menjadi hal yang mengejutkan. Baik bagi partainya maupun PDI Perjuangan.

Akan tetapi, jika ternyata PDI Perjuangan enggan membangun kerja sama koalisi dengan PKB, partainya akan mengusung kadernya sendiri.

Sebab, PKB dapat mengusung calon bupati dan calon wakil bupati secara mandiri. Meski, tanpa dukungan dari partai lainnya, termasuk PDI Perjuangan.

Hal itu karena perolehan kursi PKB di DPRD Sumenep mencapai 20 persen.

Ersyad mengungkapkan, penentuan rekomendasi tidak sesederhana membalikkan telapak tangan. Sebab, banyak pertimbangan yang harus dikalkulasi oleh DPW maupun DPP PKB.

”Intinya, masih ada keinginan baik untuk koalisi dengan PDI Perjuangan. Kalau memang PDI Perjuangan nanti tidak menerima koalisi kami untuk sama-sama membangun Sumenep, kami akan berdiri sendiri,” ungkapnya.

Sementara Ketua Desk Pilkada 2024 PDI Perjuangan Sumenep Zainal Arifin mengatakan, rekomendasi cabup yang akan mendampingi Achmad Fauzi Wongsojudo belum ditetapkan.

Namun, semua figur yang mendaftar ke partainya sudah diserahkan pada DPP.

”Semua profil politik dan kekuatan elektoralnya kami sampaikan. Misalnya, Abdul Hamid Ali Munir, itu kami jelaskan bahwa yang bersangkutan saat ini ketua DPRD Sumenep aktif, dan lain-lain,” terangnya.

Pengamat politik Sumenep Wildan Rasali menyampaikan, PKB saat ini masih bergerak dinamis.

Salah satunya dengan membangun komunikasi koalisi dengan PDI Perjuangan sebagai partai pemenang yang memastikan mendukung calon incumbent.

”Dengan tidak ada keputusan (tentang dukungan figur di Sumenep), saya melihat bahwa PKB masih dinamis dengan berbagai pertimbangan,” katanya.

Akan tetapi, PKB juga seakan masih skeptis. Sebab, posisinya adalah partai besar di Sumenep dan mendapatkan 10 kursi DPRD.

”Seharusnya PKB memperkuat isu-isu pencalonan kadernya sebagai calon bupati, bukan wakil bupati yang terus diperjuangkan dan terlihat dalam realitas politik pilkada sekarang,” ujar Wildan.

Wildan melanjutkan, PKB seakan lebih senang memilih opsi pertama, yakni berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Yaitu, dengan menawarkan beberapa figurnya sebagai bacawabup dari Fauzi.

Meskipun, beberapa kadernya sendiri memperlihatkan keseriusannya untuk menjadi penantang Achmad Fauzi Wongsojudo.

Belum ditentukannya rekomendasi PKB dipengaruhi oleh sikap PDI Perjuangan.

Sebab, sampai saat ini partai yang mendapat 11 kursi itu juga belum memutuskan siapa figur yang akan dipilih mendampingi Fauzi.

”Artinya, PKB juga digantung oleh PDI Perjuangan,” tandasnya. (di/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pilkada #figur #langkah politik #partai #dinamis #pkb #koalisi #dukungan #pdi perjuangan