Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lampaui Perolehan Kursi PKB, PDI Perjuangan Rebut Jatah Ketua DPRD di Sumenep

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 1 Maret 2024 | 13:52 WIB
Grafis Data sementara caleg dari PDI Perjuangan dan PKB. (SIGIT AP/JPRM)
Grafis Data sementara caleg dari PDI Perjuangan dan PKB. (SIGIT AP/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 belum sepenuhnya tuntas. Rekapitulasi tingkat kabupaten di Kota Keris baru dimulai Kamis (29/2).

Namun, pasca rekapitulasi tingkat kecamatan, nama-nama yang diproyeksikan masuk ke parlemen Sumenep sudah mulai diketahui.

Yang menarik, perolehan kursi PDI Perjuangan melampaui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

PDI Perjuangan digadang-gadang telah mengamankan sebelas kursi. Sementara PKB memperoleh 10 kursi.

Perolehan kursi PKB itu sama persis dengan pencapaian di Pemilu 2019. Sedangkan bagi PDI Perjuangan, perolehan kursinya naik drastis dibandingkan dengan Pemilu 2019 yang hanya mendapat 5 kursi.

Oleh karena itu, DPC PDI Perjuangan berhak menempatkan satu kadernya sebagai ketua DPRD Sumenep periode 2024–2029.

Jatah biasanya didapat PKB sejak Pemilu 1999 yang selalu memperoleh kursi dan suara terbanyak di DPRD Sumenep.

Pengamat Politik Kabupaten Sumenep Wilda Rasaili menyatakan, keberhasilan PDI Perjuangan merebut kursi ketua DPRD pada Pemilu 2024 disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya integritas tim pemenangan caleg, dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.

”Ada tim yang mendukung caleg pusat, sekaligus provinsi dan daerah. Sebaliknya, tim caleg daerah yang diarahkan juga mendukung caleg provinsi dan pusat,” ujarnya Rabu (28/2).

Faktor lainnya yaitu loyalitas tim. Apalagi saat ini masyarakat Kota Keris tidak lagi berpatokan pada visi dan gagasan dalam memilih calon legislatif.

Tetapi, lebih bergantung pada mobilitas publik dan kekuatan tim.

”Artinya, publik akan menerima siapa pun calonnya, yang penting punyak tim yang kuat dalam memobilisasi publik,” ujarnya.

Sementara pengaruh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai ketua DPC tidak begitu signifikan.

Sebab, masyarakat tidak melihat sosok orang nomor satu itu sebagai ketua partai, melainkan sebagai pemangku jabatan.

”Kalau performa bupati diasosiasikan sebagai kekuatan pemenangan itu tidak terlalu tampak. Kecuali, bupati mendorong loyalitas dan memperkuat tim pemenangan. Faktanya, publik tidak banyak yang berbicara bupati sebagai ketua DPC PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Sedangkan faktor yang paling dominan yaitu distribusi kekuatan partai, yaitu DPP PDI Perjuangan.

Apalagi, dengan mencalonkannya lagi MH Said Abdullah sebagai anggota DPR RI. Dia merupakan sosok yang tidak asing di mata dan telinga masyarakat Kota Keris.

”Pengaruh dari beliau (MH Said Abdullah) sebenarnya sangat luar biasa besar,” katanya. (di/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#ketua dprd #Pemilu 2024 #kursi #pkb #pdi perjuangan #caleg