PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aksi Masyarakat Peduli Demokrasi Kecamatan Palengaan tidak hanya diikuti kalangan orang dewasa. Beberapa bocah juga turut berdemo di depan kantor Bawaslu Pamekasan itu Selasa (27/2).
Demonstrasi itu berjalan lancar dan damai. Enam bocah berdiri di atas pikap bermuatan sound system. Keterlibatan mereka dalam aksi untuk menyampaikan aspirasi itu diklaim tanpa paksaan.
Salah seorang di antaranya adalah Mohammad Habibullah. Dia ikut demo dengan memakai sarung ungu, kemeja putih, dan kopiah hitam.
Dia bergabung atas kemauan sendiri. Meskipun tidak didampingi orang tua, tetap ikut tetangga menaiki mobil.
”Saya sedang libur sekolah. Ikut demo ini karena senang dan ingin mencari pengalaman,” terang siswa kelas VI MI itu.
Sementara itu, Ahmad Riyan memakai jubah dongker dan berpeci putih. Dia mengikuti demonstrasi karena ikut tetangga dan tidak ada yang mengajak.
Dia mengaku senang mengikuti aksi lantaran menegakkan keadilan. ”Saya juga senang ikut membela kebenaran seperti ini,” tutur siswa kelas VII MTs itu.
Abdul Hafid, warga Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, mengatakan, seluruh massa aksi yang ikut demonstrasi tersebut tidak dipaksa.
Mereka ikut atas inisiatif sendiri lantaran menilai banyak kecurangan saat pemilu. ”Baik pemuda maupun ibu-ibu rumah tangga yang juga ikut demonstrasi ini. Termasuk anak kecil ini,” ujarnya.
Hafid juga menegaskan, anak kecil yang juga tetangganya itu sama sekali tidak diajak untuk ikut demonstrasi. Mayoritas semua bocah tersebut sedang libur sekolah.
”Karena mereka sekolahnya di pesantren. Pesantren tempat sekolah mereka sedang masa libur sekarang, selesai imtihan,” terangnya. (bai/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google New
Editor : Ina Herdiyana