f-huda afg (4)
APRESIASI: Nurul Huda menerima penghargaan sebagai Politikus Muda Madura Awards 2023 di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada 8 Desember 2023. (VIVIN AGUSTIN HARTONO)
Mdr, spg, politik, huda,
SAMPANG, RadarMadura.id – Tidak banyak generasi muda yang berani terjun ke dunia politik. Salah satu alasannya, beranggapan politik identik dengan konotasi negatif.
Tapi, Nurul Huda justru memiliki pandangan yang berbeda. Karena itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sampang itu memilih untuk terjun ke dunia politik.
”Selama ini, generasi muda terlalu apatis pada politik. Mereka beranggapan politik itu pragmatis dan lain sebagainya. Saya kira itu pemikiran yang keliru. Jika politik digunakan dalam hal baik, hasilnya tentu juga baik,” ucapnya.
Karena memiliki background sebagai aktivis, tekad Nurul Huda untuk terjun ke dunia politik semakin kuat.
”Sebagai pemuda, saya berpikir masih ada banyak kebijakan yang kurang terakomodasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Menurut dia, ada banyak cara untuk bisa memperbaiki kebijakan pemerintah. Apalagi, bagi seorang politikus. Tinggal intens melakukan komunikasi dengan eksekutif.
Alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu meyakini, ada banyak politikus yang tegas dan konsisten membela serta memperjuangkan hak masyarakat.
Mereka juga berani menentang kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat.
”Yang seperti itu mungkin luput dari pantauan rekan-rekam media. Sehingga, apa yang mereka kerjakan tidak terlihat. Sebagian dari kita hanya melihat politikus itu koruptor dan hanya bisa membual dengan janji-janjinya,” imbuhnya.
Nurul Huda melanjutkan, seorang penyair Jerman bernama Bertolt Brecht pernah berkata, buta yang terburuk adalah buta politik.
Dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak juga berpartisipasi dalam peristiwa politik.
”Orang yang buta politik tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu, dan obat semua bergantung pada keputusan politik,” ucap Nurul Huda menyuarakan pendapat Bertolt Brecht.
Karena itu, politikus muda asal Kota Bahari itu menyarankan agar generasi muda bisa mengambil peran dalam dunia politik.
Sehingga, keinginan generasi muda dan kebijakan yang prorakyat bisa diakomodasi dengan baik.
”Kalau kita tidak mengambil peran, Indonesia akan sulit bisa mencapai masa emas pada 2045. Kalau kita perjuangkan hari ini, bukan tidak mungkin cita-cita itu bisa terwujud,” tandasnya. (afg/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia