Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

GMNI Pamekasan Ajak Pemuda Kawal Pemilu Damai Berkeadilan, Nadi Mulyadi: Tidak Selalu Benar kalau Gen Z Apatis  

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 27 Januari 2024 | 15:40 WIB

 

PROGRESIF: Ketua DPP PA GMNI Pamekasan Nadi Mulyadi saat menjadi pembicara utama deklarasi pemilu damai, Rabu (24/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)
PROGRESIF: Ketua DPP PA GMNI Pamekasan Nadi Mulyadi saat menjadi pembicara utama deklarasi pemilu damai, Rabu (24/1). (MOH. JUNAIDI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Peran pemuda dalam dunia politik pasca Reformasi selalu menjadi isu menarik.

Tidak jarang mereka dibebani harapan besar untuk turut menentukan arah politik bangsa. Baik dalam ranah praksis maupun ideologis.

Hal itu tidak terlepas karena kontestasi dalam politik, khususnya pemilihan umum (pemilu) lima tahunan yang semakin terbuka.

Tidak jarang pemuda mendapat kesempatan untuk turut ambil bagian. Suara politik mereka dinilai menjadi penentu untuk memilih pemimpin berkualitas.

Daftar pemilih tetap (DPT) secara nasional 2024 sebanyak 204.807.222 jiwa. Sebanyak 52 persen dari angka tersebut didominasi oleh pemilih muda.

Baca Juga: Gelontorkan Ratusan Juta, DKPP Pamekasan Rehab Rumah Potong Hewan, Ketua Dewan Imbau Masyarakat Manfaatkan Sebagaimana Mestinya

Data tersebut bisa dilihat di laman resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Taufikur Rahman mengajak pemuda aktif mengambil peran dalam dunia politik. Terutama berpartisipasi dalam mengawal pemilu damai dan berkeadilan.

”Terutama generasi Z (Gen Z). Yang notabene dipandang sebagai generasi yang berjarak dengan dunia politik. Tapi, eksistensi mereka luar biasa,” kata dia.

Sebagai generasi yang hidup dalam keterbukaan informasi, generasi muda tetap harus menjaga betul kapasitasnya. Terutama untuk mengawal bangsa dan negara. Sebab, pemuda selalu diposisikan dalam terminologi yang ideologis.

Baca Juga: Nilai TGM Pamekasan Tahun 2023 Turun, Keberadaan Perpustakaan Belum Optimal Jadi Pemicu Utama

”Itu harus kita sadari. Makanya, kami melalui forum group discussion ini mengajak para pemuda bersama-sama mengawal pemilu damai,” ucap dia.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) GMNI Pamekasan Nadi Mulyadi.

Menurut dia, pemuda harus bisa tampil dalam berbagai hal, tidak terkecuali politik. Karena pandangan mereka yang sangat progresif dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

”Karena itu, saya kira tidak selalu benar kalau menganggap generasi muda cenderung apatis pada politik. Buktinya, mereka secara sadar menentukan pilihan politiknya setiap pemilu,” kata Nadi.

Penerima penghargaan Tokoh Muda Idola dan Inspiratif Madura Awards 2023 itu mengingatkan, yang juga perlu dijaga adalah kesadaran eksistensinya.

Baca Juga: Anggaran Pengawasan Mamin Capai Rp 40 Juta, Disperindag Pamekasan Jadwalkan Sidak Makanan dan Minuman Tiap Bulan

Tidak hanya dalam dunia yang bersifat euforia belaka, tapi lebih pada sesuatu yang bersifat substansial.

”Misalnya, terus-menerus belajar, mencari sumber pengetahuan, dan lain-lain. Karena mereka selalu diharapkan tumbuh sebagai generasi penerus yang berkemajuan untuk memimpin bangsa,” pungkasnya. (di/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#pemilu #Gen Z #bangsa indonesia #dunia politik #nadi mulyadi #Euforia #pemilu damai #gmni #pemimpin #Generasi Muda