JAKARTA, RadarMadura.id - Program pemberian suplai gizi gratis yang diinisiasi oleh Pasangan Calon (Paslon) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai hantarkan suplai elektoral. Karena program tersebut secara langsung berdampak bagi kehidupan masyarakat.
"Makan siang gratis pembagian susu itu semakin terakselerasi sebagai satu isu politik yang memiliki dampak elektoral bagi Pak Prabowo ya," ujar Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Hariyadi.
Program konkret guna mencerdaskan kehidupan bangsa itu telah berhasil dibuktikan oleh Prabowo bahkan sebelum dirinya terpilih sebagai Presiden. Misalnya terekam pada saat ia melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Tasikmalaya.
Baca Juga: Dukungan Mengalir Deras, Prabowo-Gibran Menguat Menang Satu Putaran
Orang nomor satu di Kemenhan ini membagikan 7.000 makan siang beserta susu gratis untuk para santri. Program yang tertuang di dalam Asta Cita ini dimaksudkan untuk mencegah stunting atau kekurangan gizi.
Program yang diusulkan oleh Prabowo-Gibran ini sangat menjawab permasalahan di Indonesia. Pasalnya, melalui data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2023 lalu prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di 2022.
Pemberian susu gratis dan makan siang tersebut termasuk dalam komitmen Prabowo untuk menjawab masalah stunting ini. Janji itu kemudian diperkuat dengan target penurunan angka stunting, bahwa pada 2024 mendatang angka stunting turun hingga angka 14 persen.
Kata Ade, program pro rakyat yang diusulkan oleh Paslon nomor 2 ini semakin memperkuat tingkat keterpilihan terhadap duet Koalisi Indonesia Maju (KIM) ini. Karena jelas keberpihakan program tersebut kepada hajar hidup rakyat.
"(Program) Ini menguatkan pilihan masyarakat. Terutama masyarakat pada level menengah ke bawah," tambah Ade.
Keberhasilan program tersebut dalam memperoleh berkah elektabilitas Prabowo-Gibran misalnya terlihat pada hasil survei yang dihimpun oleh Poltracking Indonesia pada periode 29 November-5 Desember 2023.
Prabowo-Gibran terekam unggul sebesar 45,2 persen. Mengalahkan Ganjar-Mahfud yang memperoleh 27,3 persen dan di posisi terakhir terdapat Anies-Muhaimin sebesar 23,1 persen.
"Jadi di atas kertas kalo pak Prabowo keluar sebagai pemenang, itu sangat rasional," pungkasnya. (*/par)
Editor : Hendriyanto