JAKARTA, RadarMadura.id - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto berhasil membangun hubungan yang kuat dengan para ulama Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut terbangun berkat sosialisasi masif Prabowo dengan para kiai NU khususnya di Jawa Timur (Jatim).
"Efek sosialisasi Prabowo dengan para ulama akhir-akhir ini menghadirkan dukungan dari kalangan NU terutama Jawa Timur," kata Peneliti Polling Institute Kennedy Muslim.
Menurutnya Prabowo menjadi salah satu capres yang memiliki kedekatan hingga keakraban yang sangat kuat dengan para ulama NU. Hal itu terlihat ketika Menteri Pertahanan tersebut menghadiri acara-acara NU didampingi para Habib, Ulama dan Kiai.
Baca Juga: Kesaksian Anak Buah Prabowo, Ganjar Lebih Matang di Dunia Politik
Salah satu acara yang tidak terlupakan oleh Prabowo yakni pembukaan Munas dan Konbes ulama NU. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Jokowi dan tokoh-tokoh penting NU seperti Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Keaktifan Prabowo di kalangan NU ini tentu mengundang adanya dukungan dari warga nahdliyin. Hal itu berdasarkan dari survei Polling Institute terbaru memperlihatkan kekuatan elektabilitas pasangan Prabowo - Gibran sangat tinggi di wilayah Jawa Timur dengan hasil 33,0 persen.
Pada survei lainnya yakni Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA periode terbaru yang menunjukkan warga mayoritas warga nahdliyin mendukung Prabowo – Gibran dengan perolehan 44,6 persen. Raihan tersebut lebih unggul Ganjar – Mahfud 36,5 persen dan Anies – Cak Imin 15 persen.
Baca Juga: Elektabilitas Teratas, Prabowo-Gibran Potensial Menang Pilpres 2024
Kennedy menambahkan wilayah Jawa Timur merupakan basis besar dari kalangan NU. Jadi tidak mengherankan pasangan Prabowo - Gibran elektabilitasnya sangat kuat di wilayah tersebut karena faktor dukungan warga NU.
"Analisis saya, pasangan Prabowo - Gibran tinggi di Jatim karena dukungan dari NU," pungkas Kennedy. (*/dry)