SUMENEP, RadarMadura.id – Pelajar di Kabupaten Sumenep diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media digital. Setiap informasi perlu ditelusuri sumber dan kebenarannya sebelum dipercaya, apalagi disebarluaskan kepada orang lain.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan pelajar untuk kegiatan positif. Sebab, derasnya arus informasi di era digital menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi yang kuat.
Menurut dia, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Pelajar juga harus mampu memahami, memilah, serta mengolah informasi secara kritis. Dengan begitu, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar sekaligus menghasilkan karya.
"Jadi jangan mudah percaya begitu saja terhadap informasi yang diterima. Pastikan sumbernya dan gunakan media digital untuk hal-hal yang produktif," katanya.
Fauzi menilai, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi sejak dini. Kebiasaan membaca, menulis, berdiskusi, hingga menghasilkan karya perlu terus didorong. Pelajar diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang bermanfaat.
"Para generasi muda harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya. Agar menjadi generasi yang cerdas dalam memilah informasi," ujarnya.
Dia menambahkan, kualitas generasi muda menjadi salah satu penentu masa depan Kabupaten Sumenep. Karena itu, sekolah perlu mendorong pelajar agar memiliki budaya literasi yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
"Para pelajar hendaknya gemar membaca, berani menulis, kritis dalam berpikir, dan kreatif dalam berkarya. Termasuk bijak menggunakan teknologi untuk kemajuan diri dan daerah," imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Bashiri