Indonesia Emas 2045 dan Tantangan Kesejahteraan Guru: Di Mana Posisi MBG?
Abdul Basri• Kamis, 19 Februari 2026 | 22:18 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
RadarMadura.id - Wacana Indonesia Emas 2045 bertumpu pada satu variabel kunci: kualitas sumber daya manusia.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditempatkan sebagai salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut.
Namun kualitas manusia tidak hanya dibentuk oleh asupan gizi, melainkan juga oleh kualitas interaksi pembelajaran. Di titik inilah peran guru menjadi sentral.
Seorang guru honorer memulai hari dengan mengajarkan disiplin dan cita-cita kepada murid-muridnya.
Di waktu yang sama, ia menghadapi ketidakpastian penghasilan. Sementara di sekolahnya, program makan gratis mulai berjalan.
Situasi ini bukan sekadar persoalan administratif, melainkan refleksi dari prioritas kebijakan.
Negara mampu mengatur distribusi jutaan porsi makanan setiap hari, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memastikan distribusi guru merata, pembayaran PPPK tepat waktu, dan standar kesejahteraan minimum terpenuhi.
Perdebatan yang muncul di masyarakat sering kali disederhanakan menjadi “MBG versus guru”.
Padahal isu sebenarnya lebih mendasar: apakah pembangunan pendidikan difokuskan pada sistem yang kokoh atau pada program yang mudah terlihat?