PURWOREJO, RadarMadura.id - Mahasiswa Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, menjalani kunjungan akademik ke Pondok Pesantren An-Nawawi, Purworejo, Selasa (2/12).
Agenda tersebut merupakan bagian dari perkuliahan Sufi Healing yang diampu Masykur Arif, M.Hum.
Dalam kunjungan yang berlangsung pukul 10.0012.00 WIB itu, mahasiswa mempelajari praktik penyembuhan berbasis zikir, doa, dan laku rohani yang dipraktikkan Thariqah JATMAN.
Tradisi itu dikenal memiliki peranan penting dalam pengembangan tasawuf di Indonesia.
Pengasuh Ponpes An-Nawawi sekaligus Rais Aam JATMAN, KH Achmad Chalwani Nawawi menyampaikan sejarah dan kontribusi thariqah dalam perjalanan spiritual bangsa.
Menurutnya, keberadaan tarekat tidak hanya seputar ritual keagamaan.
”Tarekat pernah menjadi hal yang ditakuti Belanda. Tarekat juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan melalui zikir, tegasnya.
Selain memberikan pengarahan, Kiai Chalwani juga mengijazahkan bacaan tawasul kepada seluruh mahasiswa untuk diamalkan ketika berziarah.
Kegiatan ini diikuti 47 mahasiswa semester V, dosen pengampu, Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Nuzulul Khair, Ketua Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Abd.
Munem, serta jajaran staf Fakultas Ushuluddin. Meski sempat terjadi keterlambatan jadwal, seluruh rangkaian tetap berjalan lancar.
Sebelum tiba di Purworejo, rombongan terlebih dahulu melakukan tawasul di makam Syaikhona Kholil Bangkalan. Seusai kunjungan, perjalanan spiritual dilanjutkan ke maqbarah KH Zarkasyi (Romo Yai Chalwani Nawawi).
Saat kembali ke Sumenep, rombongan juga berziarah ke makam Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, dan terakhir Sunan Ampel.
Kunjungan tersebut diharapkan menambah wawasan mahasiswa tentang praktik penyembuhan berbasis spiritual sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap tradisi tasawuf Nusantara. (sin/han)
Editor : Amin Basiri