Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mahasiswa Teknik UTM Raih Dua Emas di WYIIA 2025 Berkat Inovasi E-Bike dan Smart Buoy

Hendriyanto • Minggu, 12 Oktober 2025 | 14:52 WIB

MEMBANGGAKAN: Mahasiswa Teknik UTM meraih dua emas pada ajang internasional World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2025 dan National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) 2025.
MEMBANGGAKAN: Mahasiswa Teknik UTM meraih dua emas pada ajang internasional World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2025 dan National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) 2025.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Dua tim dari Program Studi Teknik Elektro sukses menorehkan capaian luar biasa di ajang internasional World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2025 dan National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) 2025.

Ajang bergengsi yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini diikuti peserta dari berbagai negara. Tahun ini, kompetisi diselenggarakan secara daring pada Jumat (10/10), bekerja sama dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

WYIIA dikenal sebagai wadah inovasi tingkat dunia yang mendorong pelajar dan mahasiswa untuk menampilkan karya orisinal dan solutif dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Tim pertama dari UTM mengusung proyek bertema “High-Stability E-Bike Battery Charging via Buck-Boost Converter with Auto-Tuned PID Control”. Tim ini berhasil meraih medali emas berkat gagasan inovatif dalam pengembangan sistem pengisian baterai sepeda listrik yang stabil dan efisien.

Baca Juga: UTM Teken MoU dengan Komnas Perempuan, Untuk Cegah Kekerasan di Kampus

Anggota tim tersebut terdiri dari enam mahasiswa: Farel Agam, Ahmad Khansa Ijabah, Arrizqi Saifuddin Ahmad, Achmad Rizki Maulana, Syavana Hafsa, dan Arya Andhyka Dwi Murti. Mereka dibimbing oleh dosen muda berbakat, Muhammad Iyan Putra Pratama.

Dalam penjelasannya, Iyan menuturkan bahwa sistem yang dikembangkan timnya berfokus pada peningkatan efisiensi pengisian baterai kendaraan listrik. Teknologi auto-tuned PID control berbasis buck-boost converter mampu menstabilkan arus pengisian dan memperpanjang usia baterai e-bike.

“Inovasi ini diharapkan dapat mendukung transisi menuju energi bersih serta memacu pertumbuhan kendaraan listrik ramah lingkungan di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, tim kedua di bawah bimbingan Adi Kurniawan Saputro juga meraih medali emas melalui karya riset bertema “Smart Buoy berbasis LoRa dan IoT dengan Fuzzy Logic untuk Deteksi Gelombang dan Kecepatan Angin di Perairan Madura.” 

Baca Juga: Mahasiswa UTM Sabet Juara III di DBAQ dan MTQMN

Smart buoy yang mereka kembangkan merupakan pelampung pintar yang memanfaatkan teknologi Long Range (LoRa), Internet of Things (IoT), dan Fuzzy Logic untuk memantau kondisi perairan secara real time.

Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap gelombang laut dan kecepatan angin di perairan Madura. Proyek tersebut digarap oleh Ahmad Herliyanto, Mohammad Rizaldi Ramadhan, Ryfaldo Ramadhan Utomo, Agung Cahyono, Joko Agung Samudro, dan Ananda Nafawut Tytrosul.

“Melalui teknologi ini, kami ingin membantu meningkatkan keselamatan nelayan lokal sekaligus mendukung penelitian kelautan berbasis data di wilayah pesisir Madura,” jelas Adi Kurniawan.

Dekan Fakultas Teknik UTM, Faikul Umam, turut mengapresiasi capaian luar biasa para mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa UTM mampu berinovasi di tingkat global, dengan karya yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

“Mereka menciptakan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan lingkungan yang besar,” ujar Faikul.

Baca Juga: UTM Komitmen Ciptakan Budaya Anti Kekerasan, Kemendiktisaintek Apresiasi MoU dengan Sejumlah OPD

Ia menambahkan, capaian itu sejalan dengan semangat Solid, Luwes, dan Sinergi (Solusi) yang menjadi tagline Fakultas Teknik UTM. Nilai tersebut menjadi fondasi dalam menumbuhkan budaya riset, kolaborasi, dan inovasi lintas disiplin ilmu.

Rektor UTM, Prof. Safi’, juga menyampaikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa prestasi di WYIIA 2025 ini semakin memperkuat posisi UTM sebagai kampus riset berbasis inovasi dan teknologi terapan yang berdaya saing global.

“Mahasiswa kami mampu membuktikan diri di tingkat internasional, menghadirkan karya yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (vic/dry)

Editor : Hendriyanto
#ipb #UTM Berdampak #universitas trunojoyo madura #inovasi #mahasiswa teknik