SAMPANG, RadarMadura.id - Ratusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sampang belum memiliki perpustakaan.
Sebab, selama ini, dinas pendidikan (dispendik) lebih memprioritaskan rehabilitasi ruang kelas.
Dispendik tidak membangun perpustakaan karena anggaran terbatas.
Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), jumlah SD di Sampang yang belum memiliki perpustakaan sebanyak 164 lembaga.
Ratusan SD tersebut tersebar di 14 kecamatan. Paling banyak berada di Kecamatan Kota Sampang dan Kecamatan Banyuates (lihat grafis).
Kabid SD Dispendik Sampang Abdul Rahman mengatakan, anggaran pembangunan perpustakaan SD biasanya dibiayai pemerintah pusat.
Selama ini, institusinya masih memprioritaskan pembangunan rehab ruang kelas. Sebab, hal itu dinilai lebih urgen. ”Anggaran yang kami miliki terbatas, ujarnya.
Menurutnya, anggaran pembangunan maupun rehab perpustakaan sekolah, ruang UKS, laboratorium, dan lain sebagainya dibiayai pemerintah pusat.
”Yang mengajukan biasanya pihak sekolah melalui dapodik,” bebernya.
Rahman menjelaskan, menyikapi SD yang belum memiliki perpustakaan, institusinya sudah berkoordinasi dengan dispusip.
”Selanjutnya, petugas perpustakaan keliling dispusip rutin mengunjungi sekolah yang belum memiliki perpustakaan,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengatakan, pengadaan sarana dan prasarana di SD harus diprioritaskan oleh dispendik.
”Banyaknya sekolah yang belum memiliki perpustkaan ini jangan sampai menjadi pemicu menurunnya tingkat literasi di Kota Bahari, ingatnya. (bai/yan)
Editor : Amin Basiri