PAMEKASAN, RadarMadura.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi lokal.
Hal ini diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN PM) yang berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi dan identitas budaya lokal lewat revitalisasi sentra batik Madura.
Dosen Pendamping Lapangan Imam Safawi Ahmad, menjelaskan bahwa mahasiswa KKN Tematik dituntut memiliki kepedulian sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat identitas budaya melalui potensi batik Madura.
“Seperti sentra batik di Desa Toket dan Candi Burung di Kecamatan Proppo yang memiliki potensi besar dan keterampilan membatik yang mumpuni,” katanya, Rabu (20/8).
Baca Juga: Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Bangkalan Cukup Tinggi
Program KKN yang berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025 di dua desa tersebut menerapkan pendekatan terpadu. Upaya pengabdian difokuskan pada penguatan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, serta perluasan jejaring bisnis yang dibagi ke dalam empat aspek utama.
Pertama, pendampingan manajemen usaha dan digital marketing, melalui pelatihan strategi branding, pengelolaan media sosial, hingga desain kemasan. Kedua, optimalisasi pemasaran daring dengan memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas jangkauan produk batik Desa Toket.
Ketiga, penguatan jejaring dan kemitraan lokal agar para pengrajin mampu membangun relasi usaha berkelanjutan. Keempat, revitalisasi infrastruktur sentra batik guna menunjang produktivitas serta promosi batik secara lebih efektif.
“Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa ITS, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, para ahli digital marketing, hingga pelaku usaha lokal,” jelas Imam.
Selain pendampingan, kegiatan KKN ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk peningkatan infrastruktur bagi kelompok pengrajin batik di Desa Toket dan Candi Burung.
“Kegiatan KKN Tematik ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi mitra masyarakat. Mahasiswa semakin terasah kepedulian sosialnya, sementara masyarakat memperoleh manfaat nyata untuk meningkatkan taraf hidup,” tambahnya.
Baca Juga: Kembali Cetak Prestasi Global, BRI Group Raih 3 Penghargaan Bergengsi dari Euromoney Awards 2025
Imam berharap, melalui kegiatan ini masyarakat setempat semakin berdaya dan mandiri dalam meningkatkan perekonomian sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
“Melalui program ini, ITS menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian UMKM serta menjaga kelestarian budaya. Revitalisasi sentra batik Desa Toket diharapkan mampu menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (ay/dry)
Editor : Hendriyanto