PAMEKASAN, RadarMadura.id – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan terlibat dalam kegiatan Pengabdian Kolaborasi Internasional 2025. Acara ini ditutup dengan kegiatan bertajuk Stories Across Borders: A Digital Story telling Project Among Indonesian and Philippine Students.
Ada delapan karya story telling yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut. Karya ini akan diterbitkan di dua negara, yakni Indonesia dan Filipina. Kegiatan tersebut merupakan sinergi antara IBS PKMKK Pamekasan, MAN 2 Pamekasan, Prodi Bahasa Inggris UIN Madura, dan University of Mindanao Digos Campus, Filipina.
Direktur IBS PKMKK Pamekasan Achmad Muhlis mengatakan, peserta terlihat aktif berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Melalui pendekatan lintas budaya dan pemanfaatan teknologi digital, mereka saling memperkenalkan budaya seperti pakaian tradisional, kebiasaan lokal, etika sosial, kuliner, hingga upaya pelestarian wisata daerah.
Puncaknya, kolaborasi ini melahirkan delapan karya digital storytelling berupa kumpulan kisah lintas budaya yang memotret keunikan sekaligus kesamaan dua bangsa. Buku-buku itu dalam proses pengajuan ISBN dan hak kekayaan intelektual (HKI). Direncanakan, buku itu akan diterbitkan di dua negara.
Baca Juga: Peminat Tinggi, Kuota Inden Santri IBS PKMKK Pamekasan Penuh hingga 2030
”Kami merasa bangga terhadap keterlibatan aktif para santri dalam program internasional ini. Kolaborasi seperti ini bukan sekadar pertukaran budaya dan toleransi antaragama. Namun, juga sebagai penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang di kalangan generasi muda dua negara tersebut,” ungkap Muhlis.
Rektor UIN Madura Saiful Hadi juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya program pengabdian internasional tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti itu layak untuk dijadikan sebagai agenda rutin. Saiful menilai, IBS PKMKK Pamekasan mampu menjadi pelopor perubahan dengan perspektif global.
Sementara itu, Direktur University of Mindanao Ana Mae Monte juga merasa kagum atas kolaborasi internasional tersebut. Dia menilai bahwa program ini sebagai bukti komitmen kedua lembaga dalam membangun pendidikan lintas negara yang humanis dan progresif. (afg/bil)
Editor : Hendriyanto