PAMEKASAN, RadarMadura.id – Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan terus meningkat tajam. Sistem inden pendaftar bahkan sudah terisi hingga tahun 2030.
Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan Achmad Muhlis mengatakan pendaftaran inden santri tahun ajaran 2026 yang dibuka tahun ini telah ditutup lebih cepat. Lonjakan peminat ini menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dikenal berkualitas dengan biaya terjangkau.
"Banyak calon pendaftar berharap tautan pendaftaran dibuka kembali. Ini bukti nyata tingginya kepercayaan publik terhadap kami,” ujarnya, Rabu (30/7).
Pendaftaran daring dibuka selama 12 hari dengan kuota dua kelas berkapasitas 50 siswa. Hasilnya, seluruh kuota langsung penuh. Menariknya, pendaftar tidak hanya dari Madura, tetapi juga dari Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat. Tautan pendaftaran kami tutup karena kuota terbatas. Kami ingin menjaga kualitas layanan pendidikan,” jelasnya.
Tidak hanya kuota 2026, sistem inden untuk tahun 2027 hingga 2030 juga sudah terisi 50 persen. Menyikapi antusiasme tersebut, pihaknya menyiapkan penambahan ruang kelas dan asrama di Desa Lancar, Kecamatan Larangan.
"Untuk pendaftaran Madrasah Aliyah masih dibuka secara offline. Bisa saja seminggu ke depan sudah terpenuhi juga,” imbuhnya.
Saat ini, IBS PKMKK menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit di Pamekasan. Tahun ini, sebanyak 92 santri baru resmi mengenyam pendidikan di pesantren tersebut. Mereka termasuk sebagian kecil yang beruntung di antara banyak pendaftar yang gagal masuk karena keterbatasan kuota.
"Sistem inden kami terapkan untuk memberi kesempatan orang tua memilih pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Visi kami adalah unggul, inovatif, berdaya saing, dan santun,” pungkas Muhlis. (ay/dry)
Editor : Hendriyanto