BANGKALAN, RadarMadura.id – Kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat (SR) di Bangkalan dipastikan akan dimulai September mendatang.
Pendaftaran siswa baru sudah dibuka sejak Jumat hingga Rabu (11–16/7). Tapi, hingga pendaftaran ditutup, rupanya belum memenuhi pagu jumlah siswa.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, ada banyak kendala untuk memenuhi pagu SR di Bangkalan.
Di antaranya, mayoritas siswa yang menjadi sasaran SR sudah mendaftar di lembaga pendidikan lain.
”Pendaftaran terus berjalan, sampai KBM dimulai. Kalau pagunya sudah terpenuhi ditutup, karena kuotanya terbatas,” kata Lukman, Rabu (16/7).
Orang nomor satu di Bumi Zikir dan Salawat itu mengeklaim, jumlah siswa yang mendaftar sekitar satu rombongan belajar (rombel).
Namun, dia tidak menyebut secara pasti calon murid SR itu untuk tingkat SD atau SMP.
”Memang ada kesulitan untuk calon murid SR tingkat SD, kalau SMP lumayan. Kami komitmen terus mencari, terutama anak-anak yang putus sekolah untuk disekolahkan di SR,” tegasnya.
Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan Muhammad Aminullah menyebut, KBM SR di Kota Salak dibuka empat rombel.
Masing-masing terdiri dari dua rombel tingkat SD dan dua rombel SMP.
”Pagunya untuk periode pertama ada 100 kursi. Itu kan ada empat rombel, masing-masing rombel kuotanya ada 25 murid,” ungkapnya.
Menurutnya, hingga Selasa (15/7), jumlah calon siswa yang sudah mendaftar SR 20 orang. Mereka terdiri dari tiga calon murid SD dan sisanya calon murid SMP.
Perpanjangan pendaftaran dilakukan untuk memenuhi 100 pagu yang tersedia.
”Pemerintah pusat sudah memberikan data, ada sekitar 80 ribu lebih anak by name by address yang menjadi sasaran SR di Bangkalan. Tim telah bergerak melakukan verifikasi dan sosialisasi,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hendriyanto