Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penggunaan Media Spesimen (Secara Real) Tingkatkan Hasil Belajar Siswa di Era Digital

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:05 WIB
Liza Aniatus Zahrah, S.Pd. guru SDN Klompang Timur 3
Liza Aniatus Zahrah, S.Pd. guru SDN Klompang Timur 3

Oleh LIZA ANIATUS ZAHRAH, S.PD.

 

PENDIDIKAN merupakan sebuah kebutuhan mendasar yang sangat berharga bagi manusia. Melalui pendidikan, manusia dapat mempersiapkan kehidupan masa yang akan datang dengan lebih baik. Dengan pendidikan, siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Guru merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan. Dalam meningkatkan perkembangan siswa, selain guru harus berperan secara efektif, guru juga harus lebih fokus terhadap mutu belajar siswa, karena apabila mutu belajar siswa kurang baik, maka tujuan dari pendidikan tidak akan tercapai secara optimal sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam bidang pembelajaran, metode adalah rencana penyajian bahan yang menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu. Hal ini sejalan dengan pernyataan Murtadlo (2016, hlm. 19) bahwa ”Metode pembelajaran adalah teknik atau cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa di dalam kelas. Teknik atau cara yang digunakan guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran”. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, diperlukan adanya alternatif metode mengajar yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Mari kita sama-sama menyimak bagaimana cara siswa atau gaya belajar siswa di kurikulum yang sekarang, saya sebagai seorang pendidik harus menguasai keterampilan dalam mengajar agar dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik yang berimplikasi pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa. Sebagai seorang pendidik, saya harus bisa menguasai kemampuan intelektual sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi yang makin canggih. Guru juga harus bisa berdaptasi, mengikuti metode pembelajaran sesuai zamannya karena lebih memudahkan guru dalam menguasai proses belajar mengajar.

Maka dari itu, membekali anak didik dengan pengetahuan intelektual dengan cara dan metode yang tepat adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang guru. Penyebab kurang baiknya hasil belajar siswa disebabkan oleh kurang tepatnya guru dalam memilih metode belajar. Metode inilah yang sangat menentukan kegiatan siswa dalam belajar untuk memperoleh maksud yang diharapkan (Sudjana 1988: 50). Guru harus selalu berpikir kreatif agar dapat melaksanakan pembelajaran yang menuntut siswa aktif, membangun suasana kelas semakin hidup sehingga siswa memiliki kesempatan untuk  berinteraksi dengan siswa yang lainnya. Hal ini dimaksudkan supaya siswa dapat mengembangkan potensi dan hasil belajarnya.

Menurut Heinich dkk (1982: 4), media adalah perantara yang mengantarkan informasi antara sumber dan penerima. Apabila media tersebut mengandung unsur-unsur instruksional, maka media itu disebut sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Fungsi alat peraga adalah untuk menghindarkan kesalahan komunikasi, meningkatkan hasil proses belajar, membangkitkan minat belajar, menyajikan konsep bahasa Indonesia yang abstrak dalam bentuk konkret, membantu daya tilik siswa, melihat hubungan antara konsep bahasa Indonesia dengan alam sekitar, serta untuk objek penelitian dan untuk menghindarkan terjadinya verbalisme.

Lalu, bagaimana cara yang sebaiknya guru lakukan? Untuk mengatasi masalah tersebut, maka alternatif yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah dengan menggunakan metode demonstrasi dan media nyata. Dengan penggunaan metode tersebut, pembelajaran menjadi lebih jelas, siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran dengan didemonstrasikan, juga penggunaan media nyata sehingga siswa tidak hanya mendengar tapi juga melihat. Hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, bisa juga dengan langsung melihat video atau secara audio memanfaatkan teknologi yang canggih pada zaman ini.

Media yang bisa digunakan salah satu contohnya adalah media spesimen. Media spesimen adalah media pembelajaran dengan menggunakan atau mengamati benda yang sebenarnya. Terminologi benda sebenarnya digolongkan atas dua, yaitu objek dan benda contoh (spesimen). Objek adalah semua benda yang masih dalam keadaan asli dan alami. Sedangkan spesimen adalah benda-benda asli atau sebagian benda asli yang digunakan sebagai contoh. Namun, ada juga benda asli tidak alami atau benda asli buatan, yaitu jenis benda asli yang telah dimodifikasi bentuknya oleh manusia. Siswa bisa langsung mengamati, melihat, dan menyentuh media tersebut secara langsung atau dengan kata lain siswa dapat langsung melihat media tersebut secara real dan bisa mempraktikkannya secara langsung, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami pembelajaran secara aktif dan membuat kelas menjadi hidup.

Kunci kesuksesan dalam proses hasil belajar siswa tidak hanya dalam memilih media bahan ajar, tetapi yang tidak kalah penting adalah kedekatan guru dengan siswa. Kedekatan guru dan siswa sangat penting dalam proses pendidikan karena dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, meningkatkan motivasi belajar, dan membantu siswa mencapai potensi penuh mereka. Hubungan yang baik antara guru dan siswa ditandai dengan rasa saling menghormati, kepercayaan, dan komunikasi yang efektif. Beberapa manfaat kedekatan guru dan siswa di antaranya, 1) Meningkatkan motivasi belajar. Ketika siswa merasa dekat dengan guru mereka, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar mengajar. 2) Menciptakan lingkungan belajar yang positif. Kedekatan emosional dapat menciptakan suasana kelas yang lebih nyaman dan suportif, di mana siswa merasa aman untuk bertanya, berbagi ide, dan membuat kesalahan. 3) Meningkatkan pemahaman siswa. Guru yang dekat dengan siswa dapat lebih mudah memahami gaya belajar, kebutuhan, dan minat siswa, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang lebih personal dan efektif. 4) Membantu perkembangan karakter siswa. Hubungan positif antara guru dan siswa dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan karakter yang baik. 5) Meningkatkan prestasi akademik. Penelitian menunjukkan bahwa hubungan guru-siswa yang positif berkorelasi positif dengan prestasi akademik siswa berdasarkan penelitian di jurnal cendekia.

Guru harus menguasai keterampilan dalam mengajar agar dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik yang berimplikasi pada peningkatan kualitas lulusan sekolah dan diharapkan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dalam kegiatan proses belajar mengajar. Maka dari hal tersebut, membekali anak didik dengan pengetahuan intelektual dengan cara dan metode yang tepat adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang guru. Penyebab kurang baiknya hasil belajar siswa disebabkan oleh kurang tepatnya guru dalam memilih metode belajar. Metode inilah yang sangat menentukan kegiatan siswa dalam belajar untuk memperoleh maksud yang diharapkan. Metode spesimen ini menjadi salah satu contoh yang bisa dipakai guru untuk menunjang proses belajar mengajar, karena metode ini sangat berpengaruh pada peran aktif siswa. Siswa bisa mempraktikkan langsung dan bereksperimen sehingga mereka tidak hanya memahami pembelajaran tersebut, akan tetapi mereka bisa berkolaborasi dengan guru, teman sejawatnya, serta dengan lingkungan sekitar. Tidak hanya berpatokan pada metode spesimen saja, sebagai guru kita juga bisa mengaitkan metode spesimen tersebut dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, dengan cara meningkatkan literasi digital, mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, serta mengembangkan keterampilan yang relevan.

Baca Juga: Membangun Karakter Siswa sejak Dini

Guru juga perlu memotivasi dan membimbing siswa dalam pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, termasuk etika digital. Guru juga harus bisa belajar sepanjang hayat, salah satunya mengembangkan kompetensi dalam mengajar apalagi di era digital saat ini. Guru dituntut agar mampu meningkatkan kualitas dirinya, salah satunya meningkatkan literasi digital dan bisa menguasai perangkat dan aplikasi. Guru perlu memahami perangkat keras dan lunak yang relevan dalam pengajaran, seperti komputer, tablet, proyektor, dan berbagai aplikasi pembelajaran, mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek. Guru dapat mengembangkan kurikulum yang memungkinkan siswa aktif terlibat dalam pembelajaran berbasis proyek menggunakan teknologi. Membimbing siswa dalam pemanfaatan teknologi, baik buruknya teknologi harus kita jabarkan kepada siswa.

Yang terakhir, sebagai guru, kita harus bisa menjadi motivator dan teladan yang baik bagi siswa kita. Menjadi model atau contoh dalam penggunaan teknologi secara positif. Guru diharapkan meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perubahan kurikulum, dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Mereka perlu menguasai keterampilan mengajar yang efektif, seperti inovasi, pemecahan masalah, dan penggunaan teknologi. Selain itu, guru juga harus mampu membimbing dan memotivasi siswa, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan empati. (*)

*)Guru SDN Klompang Timur 3

Editor : Hera Marylia Damayanti
#era digital #siswa #guru #Proses Pendidikan #objek #Hasil Belajar #pembelajaran #metode #pendidikan #media spesimen #contoh