Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pendidikan Partisipatif sebagai Pilar Peningkatan Mutu Bangsa

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:53 WIB
Muhammad Zaini, guru PAI di SDN Candi Burung 2 Proppo, Pamekasan.
Muhammad Zaini, guru PAI di SDN Candi Burung 2 Proppo, Pamekasan.

Oleh MUHAMMAD ZAINI

 

PENDIDIKAN merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan beradab. Di Indonesia, harapan terhadap hadirnya pendidikan yang bermutu bukan hanya menjadi milik segelintir kelompok, melainkan menjadi aspirasi seluruh lapisan masyarakat. Pendidikan yang berkualitas diyakini mampu menciptakan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan taraf ekonomi, penguatan karakter bangsa, dan kemajuan peradaban. Dalam konteks tersebut, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang adil dan berkualitas, sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemerintah memiliki tanggung jawab utama untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang merata dan bermutu bagi seluruh rakyat. Namun, upaya ini tidak dapat dilakukan secara sepihak. Diperlukan keterlibatan aktif semua elemen, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, hingga sektor swasta. Menyadari pentingnya kolaborasi tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Abdul Mu’ti menggagas konsep Pendidikan Partisipasi Semesta untuk Semua. Gagasan ini merupakan bentuk penyegaran terhadap filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yang telah sejak lama menekankan pentingnya pendidikan berbasis pada masyarakat dan dilaksanakan secara gotong royong.

Pendidikan Partisipasi Semesta untuk Semua adalah sebuah pendekatan strategis yang mengedepankan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi pendidikan. Dengan cara ini, diharapkan sistem pendidikan nasional tidak hanya berorientasi pada angka-angka statistik, tetapi juga pada kualitas dan relevansi terhadap kebutuhan zaman. Dalam praktiknya, pendidikan tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi proyek bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

 Baca Juga: Pendidikan Bermutu untuk Semua

Transformasi Pendidikan dan Era Digital

Gagasan Pendidikan Partisipasi Semesta untuk Semua yang diusung Abdul Mu’ti mendapatkan dukungan positif dari Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Program Hasil Terbaik Cepat, yang memuat sejumlah kebijakan strategis, seperti perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, pemberian insentif bagi guru non-ASN yang belum bersertifikat pendidik, serta bantuan pendidikan bagi guru-guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal D-4 atau S-1. Program ini bertujuan untuk mengakselerasi kemajuan pendidikan secara menyeluruh, terutama di daerah yang selama ini mengalami ketertinggalan dalam hal akses dan kualitas layanan pendidikan.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti juga mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi. Ia menegaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran coding di sekolah-sekolah tinggal menunggu tahap finalisasi untuk segera diimplementasikan. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan generasi masa kini yang tumbuh dalam lingkungan digital. Dengan memperkuat literasi teknologi, siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan tantangan global serta memiliki keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif, yang menjadi kompetensi utama di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Pendidikan berbasis digital bukan hanya menjawab kebutuhan zaman, tetapi juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas, efisien, dan inklusif. Dengan kolaborasi semua pihak dan pemanfaatan teknologi secara bijak, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk melahirkan generasi emas, yakni generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di kancah global.

Kemajuan pendidikan yang dirancang secara partisipatif dan ditopang oleh transformasi digital bukan hanya menjadi simbol kemajuan sebuah bangsa, melainkan dapat menjadi jembatan emas menuju masa depan Indonesia yang lebih gemilang. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, terbuka peluang besar untuk melahirkan Indonesia emas pada tahun 2045, dengan hadirnya generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter kuat.

Generasi emas ini akan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Inilah momentum strategis bagi bangsa Indonesia; menjadikan pendidikan sebagai poros perubahan, sekaligus kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (*)

Guru PAI di SDN Candi Burung 2 Proppo

Editor : Hera Marylia Damayanti
#peningkatan taraf ekonomi #digitalisasi pembelajaran #Pendidikan Berbasis Digital #Pendidikan Partisipasi Semesta untuk Semua #transformasi pendidikan #literasi teknologi