PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kesejahteraan guru pendidikan agama Islam (PAI) di Kabupaten Pamekasan masih diperjuangkan.
Tahun ini terdapat 525 guru yang diajukan ikut pendidikan profesi guru (PPG).
Anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut mencapai ratusan juta.
Plt Kasi PAI Kemenag Pamekasan Nurul Ulum menyampaikan, pelaksanaan PPG telah dibuka bagi semua guru PAI yang belum sertifikasi.
Termasuk guru yang belum pernah mengikuti pre-test.
”Awalnya edaran yang dikeluarkan oleh Kemenag itu hanya bagi guru yang ikut pre-test. Namun, keluar edaran baru bahwa diperbolehkan bagi yang belum pre-test,” katanya Selasa (17/2).
Berdasarkan aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru (Siaga) terdapat 525 guru dari 900 guru PAI yang telah mendaftarkan diri.
Mereka merupakan guru yang belum sertifikasi. ”Paling banyak itu adalah guru non-ASN,” ujarnya.
Pemenuhan kesejahteraan tersebut akan dilakukan di daerah dengan melibatkan perguruan tinggi.
Total anggaran yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebesar Rp 360 juta. ”Kendalanya memang saat ini anggaran,” terangnya.
Ulum memaparkan, anggaran ratusan juta tersebut hanya bisa meng-cover 450 guru.
Yakni, guru di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan.
”Sisanya itu ada di cabang dinas. Kami juga akan mengajukan ke sana,” terangnya.
Menurutnya, pelaksanaan PPG direncanakan menjadi empat tahap.
Target tahap pertama dilaksanakan Maret sembari menunggu keputusan pengusulan anggaran.
”Saya harap guru bisa mempersiapkan segala sesuatunya agar bisa lulus,” terangnya.
Sementara, Kabid Tenaga Pendidik (Tendik) Dispendikbud Pamekasan Fadlillah menyampaikan, pihaknya turut serta memperjuangkan kesejahteraan guru.
Sehingga, melalui kesejahteraan tersebut, guru semakin meningkatkan kompetensi di dunia pendidikan.
”Jadikan ini sebagai ajang meningkatkan kompetensi. Kami mendorong profesionalitas guru. Baru kesejahteraannya,” pungkasnya. (ay/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta