Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disdik Pamekasan Akan Uji Guru Bahasa Madura

Ina Herdiyana • Sabtu, 18 Januari 2025 | 17:36 WIB

 

PENDIDIKAN: Guru memberikan materi di kelas SDN Jungcangcang 3, Pamekasan, pada 4 September 2024. (DOKUMEN JPRM)
PENDIDIKAN: Guru memberikan materi di kelas SDN Jungcangcang 3, Pamekasan, pada 4 September 2024. (DOKUMEN JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pelestarian bahasa Madura semakin digalakkan oleh pemerintah daerah. Hal itu akan dimulai dengan melakukan identifikasi guru bahasa Madura di setiap sekolah. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dispendikbud) akan merevitalisasi guru bahasa Madura berkompetensi.

Kabid Pembinaan SD Dispendikbud Pamekasan Taufik Hidayat menyampaikan, tahun ini  pelestarian bahasa Madura tetap diupayakan dengan sejumlah program. Di antaranya, analisis buku bahasa Madura dan penyebaran guru master.

”Termasuk menggalakkan program sehari berbahasa Madura (Sabara). Namun, langkah pertama kami memastikan keberadaaan guru master disetiap sekolah,” katanya Selasa (14/1).

Revitalisasi bahasa Madura tersebut telah dimulai sejak 2022. Yakni, dengan menggagas buku bahasa Madura karya para guru. Di antaranya, buku Alènglèng Tarèbung e Mekkasan (2022), Pakèlèngan (2023), dan Anḍâng Ampon Nyaronḍâng (2024).

”Tahun ini sementara kami fokus analisis bukunya dan klasifikasi guru bahasa Madura yang akan kami uji kompetensikan,” tambah Taufik.

Klasifikasi guru bahasa daerah terebut sebagai bentuk penguatan pelestarian dan kebanggaan kepada tenaga pendidik dan siswa.

Harapannya, guru bahasa Madura yang kompeten bisa menjadi akar guru master di setiap sekolah. ”Kami mulai dari tingkat SD dulu untuk kebanggaan berbahasa Madura ini. Kami akan mulai dengan mengindentifikasi keberadaan guru bahasa Madura terlebih duhulu,” paparnya.

Taufik menambahkan, indentifikasi guru tersebut untuk mengetahui keberadaan guru bahasa Madura di setiap sekolah. Pihaknya akan mengklasifikasikan guru tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing. Yakni, mampu berbahasa Madura yang baik dan benar.

”Meskipun secara kualifikasi minimal jurusan bahasa, karena jika susuai aturan linieritas bahasa hingga saat ini belum ada prodi bahasa Madura di kampus. Tapi, kami tidak akan menunggu ini,” terangnya.

Menurut dia, peta uji kompetensi guru bahasa Madura tersebut akan dijadwal dalam waktu dekat. Dengan demikian, targetnya setiap sekolah ada guru pamerte.

Dengan demikian, guru yang terklasifikasi akan dibina dengan pelatihan khusus. ”Insyaallah akhir Januari kami jadwal meskipun guru master kami yang telah kami latih sudah ada. Tinggal penguatannya di peta uji kompetensi nanti,” paparnya.

 Baca Juga: Mahfud MD Berduka: Ibunda Tercinta Siti Khadijah Wafat, Sejumlah Tokoh Hadiri Pemakaman

Budayawan Kadarisman Sastrodiwirjo menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Namun, program itu butuh pengembangan implementasi yang lebih maksimal. Terutama, penguatan bahasa antarguru dan siswa serta siswa dan teman.

”Saya sangat mendukung penuh, tapi satu hari berbahasa Madura itu tidak cukup menurut saya, paling tidak satu dua jam guru dan anak wajib berbahasa. Dan saya lebih sepakat jika bahasa Madura menerapkan konsep buppa’ babu’ guru rato untuk lebih menguatkan bahasa Madura,” ujarnya. (ay/luq)

 

Editor : Ina Herdiyana
#guru #bahasa madura #disdik pamekasan