BANGKALAN, RadarMadura.id – FH UTM juga sudah melaksanakan kerja sama dengan luar negeri untuk beberapa kegiatan, baik mahasiswa maupun dosen. Misalnya, mendatangkan dosen dari luar. Seperti dosen asal Maastricht of Law University yang dihadirkan untuk memberikan refreshment kepada dosen dan kuliah umum bagi mahasiswa.
Sementara di 2024, FH mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti Summer Camp di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Metode pembelajaran tidak hanya klasikal atau tutorial. Namun bergeser ke PBL. Dia juga mengikuti sit-in untuk melihat perkuliahan PBL di Faculty of Law Maastrich University.
”Di PBL itu maksimal 15 orang, sehingga semua mahasiswa dapat terlibat aktif di kelas, jadi tidak lagi dosen yang mengajar dengan power point seperti biasanya,” ujarnya.
Dengan demikian, mahasiswa bisa lebih aktif dan mempersiapkan diri sebelum kuliah. Mahasiswa tidak hanya membaca atau memerintah artificial intelligence (AI) untuk mencari kebutuhannya, tapi mahasiswa yang aktif menyampaikan argumentasi dan gagasan dalam setiap diskusi.
”Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh sarjana hukum harus bisa menyampaikan gagasannya,” sambungnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FH UTM Dr. Mufarrijul Ikhwan menyatakan, untuk menunjang prestasi mahasiswa, yang paling inti adalah proses pembinaan. Dalam hal ini, support dari bidang kemahasiswaan ataupun melalui organisasi mahasiswa (ormawa).
Karena prestasi bisa berangkat secara individu atau dari ormawa. Yang tidak kalah penting di-back up dengan adanya anggaran. FH UTM tahun ini menyediakan anggaran untuk mendukung prestasi mahasiswa, namun ada pula yang di-support universitas.
”Pendaftaran lomba/kompetisi sampai dengan semifinal biasanya menjadi tanggung jawab fakultas, namun jika sudah masuk final, sudah menjadi wilayah universitas,” jelasnya.
Kompetisi yang paling mendominasi diikuti oleh mahasiswa FH UTM adalah debat hukum. Bahkan, lomba tersebut (debat hukum) menjadi langganan anak didiknya. Di samping itu, ada pula peradilan semu yang juga banyak diikuti oleh mahasiswa.
”Untuk tahun ini ada sekitar 11 prestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional yang ter-cover di bidang kemahasiswaan. Ada juga yang ikut mandiri tidak melalui fakultas,” lanjutnya.
FH UTM berkomitmen untuk terus memberikan dukungan demi peningkatan prestasi mahasiswa. Meskipun semua itu juga kembali pada keinginan mahasiswa sendiri.
Sebab, tidak semua mahasiswa memikirkan soft skill, melainkan juga yang mengutamakan fokus pada akademik.
”Ada juga mahasiswa yang sama-sama jalan antara hard skill dan soft skill-nya, kami akan fasilitasi,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana