BANGKALAN, RadarMadura.id - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur diganjar tiga penghargaan oleh kementerian pendidikan , kebudayaan, riset, dan teknologi (Kemendikbudristek) pada ajang anugerah Dikti Saintek 2024.
Dalam ajang bergensi tersebut, ada tiga kategori penghargaan yang diraih oleh UTM. Pertama, kategori pelaporan pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti) diganjar dengan Gold Winner, kemudian kategori insan humas berhasil mendapatkan Silver Medali, dan Brown Medali untuk kategori kerjasama industri.
Rektor UTM Prof Safi’ mengutarakan, tiga penghargaan yang telah diraih itu patut disyukuri. Menurutnya penghargaan itu sangat membanggakan dan terhormat bagi universitas yang dia nahkodai.
”Penghargaan ini patut kita syukuri, ini adalah bukti bahwa kinerja UTM diapresiasi oleh Kemendikbudristek,” ujarnya Sabtu (14/12).
Meski begitu, penghargaan ini tidak lantas membuat civitas akademika UTM berpuas diri. Dia berharap dengan adanya penghargaan itu memicu kinerja dan dijadikan sebagai motivasi civitas akademika UTM kedepannya.
”Ini akan menjadi motivasi untuk kita semua untuk terus meningkatkan kinerja dan performa,” sambungnya.
Dia menambahkan, penghargaan bukan tujuan utama, namun yang paling utama adalah terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas layanan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan Negara.
”Khususnya meningkatkan lulusan yang produktif, unggul, dan berakhlakulkarimah, dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara,” harapnya.
Anggota Tim Humas UTM Luthfi Awwalia mengaku bangga dan terharu atas penghargaan yang telah diberikan kepadanya. Capaian yang sangat luar biasa itu tentu tidak terlepas dari kerja keras tim humas UTM.
”Saya bangga dan terharu dinobatkan sebagai penerima penghargaan insan humas oleh Kemendikbudristek,” ujarnya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Fifi itu menyampaikan, penghargaan itu merupakan ganjaran atas konten yang diangkat pada program pertukaran mahasiswa merdeka pada 2023.
Dimana mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia datang ke UTM untuk mengenal lebih jauh tentang budaya Madura.
Baca Juga: Prodi Agribisnis UTM Raih Akreditasi Internasional FIBAA dengan Status Fully Accredited
”Humas tidak hanya sibuk dengan membuat citra kampus baik, tapi mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar ini bisa membawa pulang banyak ilmu dan pengalaman saat kembali ke daerah asalnya,” sambungnya.
Dengan penghargaan itu dia juga berharap bisa mengembalikan citra kampus UTM. Kata Fifi penghargaan yang telah diraih adalah persembahan untuk masyarakat Madura. ”Dari Madura untuk Indonesia,” urainya. (za/dry)
Editor : Hendriyanto