SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan.
Terbaru berkaitan dengan sekolah agar responsif gender yang saat ini sedang diembuskan di seluruh sekolah di lingkungan Kabupaten Sumenep.
Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Sumenep Akhmad Fairusi mengatakan, pembinaan karakter dalam program sekolah responsif gender (SRG) ini terus dimasifkan.
Baik untuk pengawas sekolah dasar (SD) se-Kabupaten Sumenep maupun bagi kelompok kerja kepala sekolah (KKKS).
Fairusi mengajak seluruh pengawas SD di Sumenep sama-sama mengawasi, memantau, dan monitoring (3M) seketat mungkin.
Terutama di satuan pendidikan masing-masing agar sesuatu yang tidak diinginkan dapat dicegah lebih awal.
”Kami saat ini fokus memonitor dan melakukan pembinaan terhadap sekolah untuk mengantisipasi tindak kekerasan, perundungan, dan pelecehan terhadap anak didik,” katanya kepada JPRM Jumat (13/9).
Dengan tegas, Fairusi meminta agar semua tenaga pendidik di Sumenep benar-benar meningkatkan kompetensi dan kemampuannya. Dengan demikian, mutu pendidikan dapat berkembang lebih baik dari tahun ke tahun.
Dia menjelaskan, mutu pendidikan dapat dicapai dari internal sekolah, yakni guru. Selanjutnya ditularkan kepada peserta didik.
”Untuk menghasilkan pengetahuan yang luas, guru harus meningkatkan kemampuannya,” ujarnya.
Fairusi berharap, SRG segera diterapkan di setiap sekolah. Pihaknya beberapa pekan terakhir keliling kecamatan untuk melakukan monitoring dan pembinaan agar bisa memulai SRG.
”Kami tekankan agar sekolah-sekolah di Sumenep mulai menerapkan SRG. Karena ini menjadi salah satu bagian dari cara meningkatkan mutu pendidikan di Sumenep,” tandasnya. (di/luq)
Editor : Ina Herdiyana