Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Sumenep Dukung Program Sekolah Responsif Gender Inisiasi Dinas Pendidikan, Ciptakan Pendidikan Inklusif dan Berkeadilan

Ina Herdiyana • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 15:49 WIB
KOMITMEN: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra (dua dari kiri) dan Asisten Administrasi Umum Ferdiyansyah Tetrajaya dalam bimtek sekolah responsif gender, Rabu (28/8). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
KOMITMEN: Kepala Dispendik Sumenep Agus Dwi Saputra (dua dari kiri) dan Asisten Administrasi Umum Ferdiyansyah Tetrajaya dalam bimtek sekolah responsif gender, Rabu (28/8). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menginisiasi program gerakan sekolah responsif gender. Hal itu dilakukan agar dunia pendidikan di Kota Keris berjalan secara inklusif dan berkeadilan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendukung gerakan tersebut. Menurut dia, gerakan sekolah responsif gender merupakan program inovatif untuk menggugah kesadaran kesetaraan gender.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menginginkan, terobosan tersebut mampu menjadi laboratorium budaya yang berperan dalam menyiapkan generasi cerdas.

Begitu juga dengan relasi sosial agar saling mendukung dan melahirkan kesadaran terhadap kesetaraan gender.

”Melalui sekolah responsif gender inilah nanti kaum laki-laki dan perempuan bisa belajar, mengenal, dan menemukan diri tanpa adanya diskriminasi,” katanya.

Dia sangat mendukung gerakan tersebut. Sebab, hal itu diharapkan bisa meningkatkan pengarusutamaan gender.

Sebagaimana tertuang di dalam program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumenep 2021–2026.

”Program ini akan menjadi pedoman pembangunan. Saya berharap, implementasi program ini dilakukan secara terukur, sistematis, dan sesuai peraturan perundang-undangan,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra menambahkan, program gerakan sekolah responsif gender harus bebas diskriminasi.

Baik berupa stigma, subordinasi, beban ganda, apalagi kekerasan terhadap guru dan peserta didik.

”Kami ingin, nilai-nilai dan prinsip kesetaraan gender dalam pendidikan dan pembelajaran terintegrasi,” tandasnya. (di/yan)

Editor : Ina Herdiyana
#dispendik #bupati sumenep #program #berkeadilan #pendidikan #Sekolah Responsif Gender #inklusif