PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tahun ini terdapat 98 madrasah binaan Kemenag Pamekasan yang ditunjuk mengikuti Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI).
Perinciannya, 93 madrasah ibtidaiyah dan 5 madrasah tsanawiyah (MTs). Artinya, program dari kemenag pusat ini didominasi dari lembaga pendidikan MI.
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Pamekasan Badrus Somad mengatakan, madrasah yang mengikuti AKMI tahun ini ditentukan langsung Kemenag RI.
Pihaknya tidak tahu pasti kriteria lembaga yang bisa mengikuti AKMI. Dia menyebut, program tersebut dilaksanakan secara bergiliran.
Tahun ini lembaga yang ditunjuk mengikuti AKMI terdiri atas 5 MTs dan 93 MI. Untuk MI diikuti siswa kelas V sedangkan MTs anak didik kelas VIII.
”AKMI dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini sasarannya madrasah swasta karena madrasah negeri sudah selesai di tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, madrasah bisa memilih jadwal pelaksanaan AKMI. Kemenag RI hanya mengatur jadwal yang terbagi menjadi tiga gelombang. Kegiatan ini dilaksanakan Senin (19/8) hingga Sabtu (31/8).
Badrus menjelaskan, tujuan AKMI untuk pemetaan mutu pendidikan dan mengukur kompetensi peserta didik madrasah.
”Materi yang diujikan meliputi literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya,” paparnya.
Ketua Dewan Pendidikan (DP) Pamekasan M. Sahibuddin berharap lembaga madrasah yang ditunjuk memaksimalkan program AKMI tersebut.
Sebab, asesmen sebagai merupakan metode penilaian yang komprehensif.
Menurutnya, melalui asesmen ini kelebihan dan kelemahan siswa bisa dinilai. Baik literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya. Termasuk menjadi survei karakter siswa.
”Hasil asesmen dapat digunakan untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran,” tukasnya. (c3/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta