Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

IAIN Madura Kukuhkan Dua Guru Besar, Rektor Titip Pembangunan Akademik Lebih Produktif

Ina Herdiyana • Selasa, 30 Juli 2024 | 13:00 WIB
BAHAGIA: Rektor IAIN Madura Saiful Hadi, Guru Besar Mohammad Thoha, Direktur Diktis Kemenag RI A. Zainul Hamdi, Guru Besar Nor Hasan, dan Ketua Senat IAIN Madura Achmad Muhlis berfoto bersama, Senin.
BAHAGIA: Rektor IAIN Madura Saiful Hadi, Guru Besar Mohammad Thoha, Direktur Diktis Kemenag RI A. Zainul Hamdi, Guru Besar Nor Hasan, dan Ketua Senat IAIN Madura Achmad Muhlis berfoto bersama, Senin.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – IAIN Madura berhasil menunjukkan reputasi sebagai salah satu perguruan tinggi yang unggul di Jawa Timur.

Kampus di Pamekasan itu melahirkan guru besar atau profesor di berbagai bidang keilmuan. Terbaru, dua tenaga pengajar dikukuhkan Senin (29/7).

Mereka adalah Guru Besar Bidang Ilmu Sosiologi Islam Prof Dr Nor Hasan, M.Ag. dan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam Prof. Dr. Mohammad Thoha, M.Pd.I.

Pelantikan dua guru besar itu dipimpin oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI Prof. A. Zainul Hamdi, M.Ag. Prosesi tersebut diikuti oleh sejumlah sivitas akademika dan tamu undangan.

Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi, M.Pd. mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya gelar guru besar Prof. Nor Hasan dan Prof. Thoha.

Capaian ini membuktikan bahwa kampus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

”Perguruan tinggi mana yang tidak bangga ketika dalam setahun berturut-turut mampu menyelenggarakan kegiatan pengukuhan. Terima kasih pada Kemenag RI yang memberi peta jalan proses peningkatan keunggulan institusi,” ungkapnya.

Saiful mengungkapkan, IAIN Madura telah diberi reward yang banyak dalam hal pengakuan jabatan akademik.

Sudah ada 14 guru besar di kampus tersebut. Bahkan, akan ada tambahan enam guru besar lain dalam waktu dekat.

”Ini adalah keberhasilan kawan-kawan secara personal menghadiahkan usia ke-58 IAN Madura dengan keunggulan-keunggulan institusi yang sudah ditetapkan,” tuturnya dalam sambutan rektor di acara pengukuhan dua guru besar.

Saiful berpesan, para guru besar bisa membangun dinamika kultur akademik yang lebih produktif dan bisa dirasakan langsung oleh mahasiswa.

Dengan begitu, IAIN Madura bisa melahirkan lulusan yang religius, kompetitif, dan kolaboratif.

Sementara itu, Direktur Diktis Kemenag RI Prof. A. Zainul Hamdi, M.Ag. mengucapkan selamat kepada dua guru besar yang telah dikukuhkan.

Dia sadar bahwa pengukuhan besar itu menjadi momentum selalu dinantikan oleh para akedemisi.

”Menjadi profesor itu bisa dikatakan the most prestigious academic achievement. Tidak semua dosen pada akhirnya bisa menjadi profesor. Tentu, tidak sekelimpungan ini rektor untuk memenuhi target karena memang susah,” ungkapnya.

Dia mengingatkan agar para guru besar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Dia menyadari, mengemban amanah tersebut tidak mudah. Namun, Zainul yakin mereka bisa menjadi guru besar sesuai dengan yang diharapkan. (afg/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#akademik #iain madura #pamekasan #pendidikan #guru besar #pengukuhan #Pembangunan