BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan kembali mengalokasikan anggaran revitalisasi gedung boarding school UPTD SMPN 1 Bangkalan.
Anggaran yang dikucurkan Rp 1,8 miliar. Namun, proyek yang dimenangkan CV Sifa Indah Mandiri tersebut belum dikerjakan.
Kabid Pembinaan SMP Dispendik Bangkalan Heru Aliwardhana menyatakan, revitalisasi boarding school dilaksanakan 2023. Namun, pengerjaannya tidak tuntas.
Sebab, rekanan pemenang tender diputus kontrak sehingga revitalisasi gedung SMPN 1 Bangkalan dilanjutkan tahun ini.
”Iya berlanjut tahun ini dan sekarang masih proses tender,” ujarnya Senin (15/7).
Proyek revitalisasi bangunan yang berlokasi di Jalan Trunojoyo tersebut belum dimulai.
Kondisi bangunan masih dibiarkan berserakan. Pembangunannya akan dilaksanakan setelah proses tender selesai.
”Saat ini tendernya masuk penandatanganan kontrak, cuma kami belum melakukan pertemuan dengan pihak ketiga,” tambahnya.
Rekanan pemenang tender proyek lanjutan itu adalah CV Sifa Indah Mandiri.
Perusahaan konstruksi yang beralamat di Jalan RE Martadinata itu berhasil menyingkirkan 22 rekanan yang juga melakukan penawaran.
”Tapi, sampai saat ini belum ada yang konfirmasi ke saya (pemenang tender),” jelasnya.
Heru memaparkan, revitalisasi gedung boarding school SMPN 1 Bangkalan pada 2023 dialokasikan dana Rp 3,1 miliar.
Pengerjaannya baru 50 persen sebelum akhirnya CV Rizal Putra Jaya sebagai pelaksana diputus kontrak.
”Semoga tahun ini pemenangnya lebih maksimal biar tidak putus kontrak lagi,” ujarnya.
Kepala SMPN 1 Bangkalan Hermanto menyampaikan, pekerjaan fisik tersebut tidak boleh gagal lagi.
Karena itu, pembangunan infrastruktur pendidikan itu sudah menjadi komitmen bersama untuk dituntaskan tahun ini.
”Alhamdulillah jika sudah ada pemenangnya. Semoga tidak gagal lagi. Karena itu sudah menjadi harapan masyarakat saat ini,” ucapnya.
Pelaksana Teknis CV Sifa Indah Mandiri Fermando mengakui sebagai pemenang tender proyek dengan pagu anggaran Rp 1,8 miliar tersebut.
Namun, hingga saat ini proyek yang melekat di Dispendik Bangkalan itu belum dikerjakan. ”Minggu ini akan dimulai,” ujarnya.
Dia mengekalim mampu menuntaskan pengerjaan proyek yang tidak tuntas di 2023 tersebut.
Yakni, menambah pekerja dan jam kerja agar pelaksanaannya tidak terulang seperti tahun lalu yang harus diputus kontrak. ”Pekerjanya akan saya perbanyak,” imbuhnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia